Breaking News:

Trend Internet

Survei: Pemilih AS Marah Iklan Politik Masuk Facebook

Survei itu menemukan, 70 persen pemilih tidak akan memilih kandidat yang iklannya muncul di halaman Facebook mereka.

zoom-inlihat foto Survei: Pemilih AS Marah Iklan Politik Masuk Facebook
Facebook logo

TRIBUNNEWS.COM - Ini survei terbaru di Amerika Serikat mengenai respon pengguna Facebook atas iklan-iklan politik di halaman situs social media tersebut.

Survei terbaru dari Annenberg School for Communications menemukan 85 persen orang Amerika yang disurvei akan marah kalau mereka menemukan iklan kandidat politik yang menyasar mereka berdasarkan informasi pada profile yang diberikan saat mendaftar di Facebook.

Mashable melaporkan, terkadang para politisi tidak menyadari kondisi tersebut sehingga langsung saja memasang iklan politik di dinding Facebook. Perusahaan swasta juga sering melakukan ini.

Survei itu bahkan menemukan, 70 persen pemilih menegaskan tidak akan memilih kandidat yang iklannya muncul di halaman Facebook mereka.

Facebook memiliki sistem yang memungkinkan apa yang disukai (like) teman Anda akan muncul pula di dinding Facebook Anda, termasuk material iklan.

Sebanyak 83 persen orang Amerika yang disurvei mengatakan mereka tidak ingin kampanye politik di Facebook mereka.

Amerika Serikat sedang menyongsong pemilihan presiden. Dua kandidat utama, Obama maupun Romney, menjadikan internet dan social media sebagai salah satu media kampanye mereka.(*)

Mashable melaporkan, reaksi negatif terutama tidak hanya muncul untuk iklan politik, tapi juga iklan produk. Sebanyak 61 persen tidak menginginkan iklan produk atau services (jasa) masuk ke dinding Facebook mereka.

Survei dilakukan terhadap hampir 1.500 pengguna internet di Amerika Serikat, usia 18 tahun ke atas. Survei dilakukan 23 April-6 Mei 2012.(*)

Editor: Dahlan Dahi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved