Rabu, 10 Juni 2026

Sruti Respati dan musim sinden naik daun

Profesi sinden kembali dikenal masyarakat Indonesia karena beberapa acara televisi swasta memboyong 'pesinden' dalam berbagai program tayangan mereka.

Tayang:

Dalam Gambang suling, salah satu lagu berbahasa Jawa paling popular karya empu karawitan Ki Narto Sabdo, Margie Segers memberi aroma khas jazz dalam tubuh aransemen dan Sruti yang menyanyi seperti pakem memberi bobot sehingga kolaborasi ini terdengar berisi.

Tetapi kekuatan utama Sruti, tentu saja, tetap pada keindahan vokalnya saat duduk menyinden dalam bahasa Jawa. Lantunan bowo yang menggugah, lantang dan berkelok-kelok, sulit dipercaya keluar dari seorang yang begitu mungil.

Kampanye dalam negeri

Seperti juga lagu dolanan yang kini jarang dinyanyikan anak-anak desa di Jawa, apakah Sruti khawatir suatu saat sinden akan turut punah?

"Tidak juga, di Solo dan sekitarnya saat ini ada banyak sekali sanggar seni Jawa tempat anak-anak belajar menari-menyanyi, mereka ini yang akan meneruskan generasi sinden atau dalang kelak," katanya penuh harap.

Sruti Respati

Sruti yang bergelar sarjana sastra Jawa juga berprofesi sebagai penari.

Akan halnya untuk profesi sinden yang kinipopuler, Sruti merasa ada kenaikan perhatian setelah para 'sinden gaul', para penghibur lintas genre seperti Sruti dan Soimah kerap muncul dalam berbagai acara.

"Sekarang banyak sekali yang berminat menjadi sinden, dan itu titik cerah yang baik buat republik ini. Selama seni tradisi masih lestari, berarti jati diri bangsa kita masih bertahan," kata Sruti.

Selain sorotan dunia televisi yang glamor, daya tarik menjadi sinden pasti lah terletak pada tingginya honor menjalani profesi ini. Kabar menyebut seorang pesinden ternama dibayar sampai Rp100 juta untuk tampil selama dua jam saja.

Tingginya animo publik bahkan mendorong Universitas Negeri Semarang menggelar kontes Sinden Idol tahun lalu untuk menjaring sinden-sinden berbakat di Jawa Tengah.

Meskipun begitu menurut Sruti yang bersuami pembalap ini, fokus utama kampanyenya untuk melestarikan profesi sinden dan budaya Jawa tetap ke dalam negeri.

"Kita lihat sendiri; cara orang bicara, berpakaian, memilih tontonan, semuanya memberi penghargaan yang sangat kurang pada local genius."

Sementara di luar negeri, menurut Sruti musik tradisi Indonesia jauh lebih dihargai dan digemari, dipelajari serius di berbagai universitas terkemuka.

Kolaborasi Sruti terbaru, dalam bentuk pementasan teater, akan dipanggungkan oleh sutradara Garin Nugroho di Teater Djakarta pertengahan Maret. Sruti akan bernyanyi dan menari sebagai pemeran utama dalam lanjutan lakon Opera Jawa besutan sutradara ternama itu.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved