Breaking News:

Korut: Komponen Rudal di Terusan Panama itu Legal

Korea Utara (Korut) menegaskan sejumlah senjata Kuba yang disita dari sebuah kapal berbendera Korut merupakan bagian dari kesepakatan

zoom-inlihat foto Korut: Komponen Rudal di Terusan Panama itu Legal
IST
Rudal milik Korea Utara

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Korea Utara (Korut) menegaskan sejumlah senjata Kuba yang disita dari sebuah kapal berbendera Korut di dekat Terusan Panama merupakan bagian dari kesepakatan antar dua negara yang sah.

Kuba sebelumnya mengatakan, sejumlah komponen rudal usang sisa peninggalan Soviet yang ditemukan di dalam kapal itu, dikirim ke Korut untuk perbaikan.

"Kargo Ini tidak lain hanyalah senjata tua yang harus dikirim kembali ke Kuba untuk dibongkar sesuai dengan kontrak yang sah," ujar Kementerian Luar Negeri Korut, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Asiaone.com Kamis.

"Pihak berwenang Panama harus melepaskan awak kapal yang ditangkap tanpa harus ditunda-tunda," katanya.

Tapi Panama secara resmi meminta inspektur PBB untuk memeriksa kargo, atas kekhawatiran telah terjadi pelanggaran resolusi PBB terhadap Korut.

"Kargo tersebut ilegal karena tidak dinyatakan. Bahkan jika itu adalah usang, itu berusaha diselundupkan," kata Menteri Keamanan Panama, Jose Raul Mulino.

"Kami sedang menunggu kedatangan para ahli dari Amerika Serikat dan Inggris, serta tim teknis dari Dewan Keamanan PBB," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah persenjataan ditemukan di sebuah kapal berbendera Korut oleh otoritas Panama, dikirim untuk diperbaiki di Kuba.

Menurut Kementerian Luar Negeri Kuba, selain mengangkut 10 ribu ton gula, kapal juga mengangkut sejumlah persenjataan canggih.

"Kapal itu juga mengangkut 240 metrik ton senjata pertahanan usang, dua rudal anti-pesawat Volga dan Pechora, sembilan bagian rudal dan suku cadang, dua Mig-21 Bis, dan 15 motor pesawat. Semua itu diproduksi pada pertengahan abad 20, untuk diperbaiki dan kembali ke Kuba," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Kuba.

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved