Ibadah Haji 2013

Sekali Antar, Petugas Kursi Roda Kantongi Rp 90 Ribu

Bermodal kursi roda di tangan, puluhan penduduk Mekkah menjual jasa angkut bagi jamaah haji yang kelelahan.

Sekali Antar, Petugas Kursi Roda Kantongi Rp 90 Ribu
TRIBUN SUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI
Jamaah haji kloter pertama debarkasi Palembang yang sakit dijemput menggunakan kursi roda di Asrama Haji Palembang, Kamis (1/11/2012). Sebanyak 358 jamaah haji yang tiba kembali di Palembang berasal dari 3 daerah, yaitu Empat Lawang, Muara Enim, dan Palembang. (TRIBUN SUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI)

TRIBUNNEWS.COM, MINA - Penduduk Mekkah ikut mendulang riyal saat ibadah haji digelar. Bermodal kursi roda di tangan, puluhan penduduk Mekkah menjual jasa angkut bagi jamaah haji yang kelelahan.

Jasa angkut kursi roda ini pun menjadi 'moda' transportasi jamaah haji lantaran saat ibadah haji dilaksanakan, pemerintah Arab Saudi melarang kendaraan masuk kawasan Jamarat-Mina. Walhasil, tenaga prima dibutuhkan untuk menyusuri terowongan sepanjang 760 meter tersebut.

Pilihan menggunakan jasa pasukan kursi roda itu semakin menggiurkan karena banyak jamaah di Jamarat mengalami kelelahan. Bila pilihan jatuh pada kursi roda, jamaah haji cukup menyisihkan dana sebesar 30 riyal atau setara Rp 90 ribu. Dana itu menjadi ongkos jamaah haji menyusuri terowongan. 

Laporan lengkap kondisi terkini jamaah haji bisa diikuti di segmen Tamu Allahdi layar kaca Kompas TV.

Editor: Ade Mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved