Breaking News:

Jelang Pemilihan Gubernur, Warga Tokyo Prihatin Soal Kesehatan

Fokus isu pemilihan gubernur, terutama 84% mengacu kepada isu kebijakan kesejahteraan dan perawatan medis

Repro Yomiuri/Richard Susilo
Hasil Survei koran Yomiuri Mengenai Keprihatinan Masyarakat Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo, dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYOPemilihan Gubernur Tokyo akan digelar 9 Februari 2014 mendatang. Untuk itu koran Yomiuri menyelenggarakan survei ke masyarakat Tokyo dan sekitarnya.

Survei mencoba mencari tahu mengenai siapa yang akan dipilih dan apa yang menjadi keprihatinan masyarakat saat ini. Selain itu, juga apa saja unsur terpenting yang perlu ditangani Gubernur baru nantinya.

Hasil survei Yomiuri yang diungkapkan hari ini (2/2/2014) memunculkan empat calon utama Gubernur yang akan bersaing ketat dalam pemilu 9 Februari mendatang yaitu mantan Menteri Tenaga Kerja, Yoichi Masuzoe (65) yang didukung partai liberat (LDP), Komeito dan Rengo (federasi karyawan Jepang).

Ada pula mantan PM Jepang Morihiro Hosokawa (76) yang didukung anggota partai demokrat (DP), dan dukungan penuh mantan PM Jepang Juniichiro Koizumi, Kenji Utsunomiya  (67) , mantan Ketua Asosiasi Pengacara Jepang, dan mantan Kepala Staf Angkatan Udara Jepang, Tamogami Toshio (65). Sisanya ada 11 calon gubernur, sangat sedikit dukungannya.

Menarik diperhatikan dari survei tersebut bukanlah calon-calon dalam Pemilihan Gubernur Tokyo tetapi perhatian dan keprihatinan utama masyarakat Tokyo saat ini ternyata kepada bidang kesehatan.

Fokus isu pemilihan gubernur, terutama 84% mengacu kepada isu "kebijakan kesejahteraan dan perawatan medis" menjadi perhatian sangat vital saat ini masyarakat di Tokyo.

Kemudian 81%  perhatian kepada "langkah-langkah pencegahan bencana seperti gempa bumi", 75% mengenai "langkah-langkah kerjasama dan ekonomi", kemudian 68% mengenai  "langkah-langkah keamanan dan pencegahan kejahatan", barulah diikuti keprihatinan masyarakat mengenai Nuklir serta Masalah Energi di masa mendatang (61%).

Masyarakat Tokyo juga ingin meminta Gubernur yang baru nantinya agar ada kejelasan mengenai dana 1,5 miliar yen terkumpul yang semula tahun 2012 dimaksudkan oleh Gubernur lama Ishihara, untuk membeli kepulauan Senkaku. Lalu kini bagaimana kelanjutannya? Demikianlah pertanyaan banyak anggota masyarakat Tokyo saat ini.

Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved