Kisah Nyata Pekerja Nuklir Yakuza Jepang

Demi Rp950 Ribu per Hari Rela Bekerja terkena Radiasi Level Tinggi

Dari jumlah uang yang saya peroleh itu misalnya Rp106 juta per bulan, sebagian harus saya berikan ke atasan Yakuza

Demi Rp950 Ribu per Hari Rela Bekerja terkena Radiasi Level Tinggi
Foto Wiki
PLTN Oi di perfektur Fukui

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.CM, TOKYO - Seorang lelaki menggunakan semacam baju olahraga atas bawah warna hitam dan di kepalanya ada goresan bekas luka sepanjang 5 cm.  Dia dikenal sebagai anggota Yakuza yang berafiliasi dengan kelompok Yakuza terbesar Yamaguchi-gumi, kelompok terbesar di Jepang.
Dialah salah satu pemasok tenaga kerja di PLTN di Jepang, tulis wartawan Asahi yang melakukan investigasi kisah nyata anggota Yakuza terlibat di industri nuklir Jepang baru-baru ini.

"Para pekerja yang butuh duit biasanya segera lari ke saya menanyakan apakah ada pekerjaan. Saya hanya menjanjikan membayarnya 10.000 yen per hari untuk pekerjaan bahaya di PLTN. Uang yang saya peroleh dari perusahaan yang meminta tenaga kerja, saya ambil dulu. Kemudian sebagian  saya ambil buat saya dari uang para pekerja itu setiap harinya,” papar anggota Yakuza itu.

Dia baru saja kembali dari Kobe dan kini banyak memasok tenaga kerja untuk PLTN Oi di perfektur Fukui. Selama enam tahun terakhir ini, setiap bulan dia memasok sekitar 10-15 orang untuk PLTN Oi tersebut. Demikian pula PLTN Tsuruga yang juga berada di perfektur Fukui dan juga memasok tenaga kerja untuk PLTN di Fukushima (Reaktor No.1) di waktu lampau. Satu lagi obyek pasokan tenaga kerjanya untuk PLTN di  Kashiwazaki-Kariwa yang ada di perfektur Niigata.

Kebanyakan pekerjaan yang dilakukan para tenaga kerja dari pasokan anggota Yakuza tersebut adalah pekerjaan membersihkan dan membetulkan pipa-pipa di dalam gedung rekator nulir tersebut yang beradiasi tinggi.

Para pekerja itu, menurutnya, biasanya hanya dipakai satu bulan saja, lalu setelah “rusak” diganti dengan yang baru, karena resiko tinggi terkena radiasi membuat tenaga dan kesehatan manusia pekerja menjadi “rusak”, sangat lemah.

"Kalau yang tenaga kerja muda biasanya diberikan 8.000 Yen (Rp950 ribu) sehari dan melakukan pekerjaan paling berbahaya. Kehidupan memang sangat berat bagi mereka karena beresiko tinggi terkena radiasi level tinggi di PLTN tersebut,” papar broter tenaga kerja yang Yakuza itu.

Lowongan pekerja demikian biasanya dari perusahaan sub-kontraktor yang menang order dari PLTN untuk tugas-tugas berbahaya di PLTN. Setelah dapat order tersebut, biasanya dia langsung memotong 3000 yen per kepala, tenaga kerja yang dipasoknya, sehingga broker tenaga kerja itu bisa dapat 30.000 yen sehari (karena bisa memasok 10 tenaga kerja), atau mendapatkan 900.000 Yen (Rp106 juta) per bulan dari pasokan 10 tenaga kerja tersebut. Si broker enak santai, tenaga kerja yang hanya dapat 7000 yen per hari atau 8000 Yen per hari (kalau anak muda) harus menghadapi resiko radiasi tinggi di PLTN.

"Tapi saat ini bagi Yakuza tidak mudah lagi mendapatkan uang karena semua menjadi sangat ketat. Meskipun demikian kalau anda punya nomor telepon masih tetap bisa mendapatkan pekerjaan dan dapat mencetak uang dengan baik dari kalangan PLTN, Karena biar bagaimana pun mereka butuh pekerja untuk hal-hal yang beresiko tinggi itu,” papar anggota Yakuza itu lagi.

"Dari jumlah uang yang saya peroleh itu misalnya 900.000 Yen per bulan, maka sebagian harus saya berikan kepada atasan pimpinan Yakuza kelompok saya (setoran keanggotaan Yakuza dari bawah ke pada atasannya) dan sebagian besar tentu akan saya pegang sendiri sebagai penghasilan saya." (Bersambung)

Informasi lengkap Yakuza silakan lihat di www.yakuza.in

Tags
Yakuza
Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved