Jaringan Kelompok ISIS

31 Pastor se-Dunia akan Berkumpul di Surabaya Bahas ISIS

Kekerasan dan radikalisasi yang dilakukan kelompok Islamic State Iraq and Syiria (ISIS) akan jadi pembahasan menarik delegasi pastor Ordo Dominikan.

31 Pastor se-Dunia akan Berkumpul di Surabaya Bahas ISIS
Kompas.com
Foto ini diambil dari sebuah video propaganda yang diunggah ke internet pada 8 Juni 2014 oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memperlihatkan para pejuang kelompok itu menaiki kendaraan bak terbuka di dekat kota Tikrit, Irak, Rabu (11/6/2014). Pasukan ISIS berkonvoi setelah merebut kota Mosul dari tangan pasukan pemerintah Irak. 

Laporan Wartawan Surya, Musahadah

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Kekerasan dan radikalisasi yang dilakukan kelompok Islamic State Iraq and Syiria (ISIS) akan menjadi pembahasan menarik delegasi pastor ordo dominikan dari 31 negara dalam dialog kekerasan keagamaan global yang digelar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu depan (13/8/2014).

Sebanyak 31 pastor ini mewakili seluruh benua di dunia mulai dari Asia, Amerika, Afrika hingga Eropa.

Ahmad Zainul Hamdi, panitia pelaksana mengungkapkan sebenarnya 31 pastor berkunjung ke UINSA ingin mendengar bagaimana suara muslim Indonesia, terutama menyikapi kekerasan keagamaan yang marak akhir-akhir ini.

“Dan kami juga merasa penting untuk mendengar suara mereka melihat kekerasan yang dialaminya dari kelompok-kelompok islam radikal seperti ISIS,”kata dosen mata kuliah perbandingan agama UINSA saat dihubungi, Senin malam (11/8/2014).

Menurut Zainul, kehadiran para pastor ini justru akan membuat semua pihak untuk berani melihat bahwa kekerasan agama itu mengancam siapa saja dan pemeluk agama apa saja.

“Mentalitas dan radikalisasi itu muncul di berbagai agama. Ini harus diwaspadai bersama,”katanya.

Menurut Zainul, ISIS tidak hanya mengancam Irak dan Syria, tetapi sudah mengancam negara lain. Ancaman global itu dapat dilihat dari maraknya dukungan yang ada di negara-negara lain. Dukungan itu menunjukkan ada gejala dari gerakan yang lebih dalam karena ini terkoneksi secara global.

Di pertemuan ini,  para peserta akan membuat semacam dorongan agar semua pihak mewaspadai dan peka terhadap ancaman kekerasan keagamaan, termasuk yang dilakukan ISIS.

Pihak Ordo Dominikan membantah pertemuan untuk membahas isu ISIS.  Ketua Panitia Konferensi Ordo Dominikan Romo Johanes Robini Marianto OP mengatakan, lebih dari 90 orang tokoh agama Katolik Ordo Dominikan, terdiri atas Pastor, dan Suster, menghadiri pertemuan di Hotel Resort Dunia Ciputra, Surabaya. Mereka berbagi pengalaman berdialog dengan komunitas muslim Indonesia.

"Pertemuan dibagi dalam beberapa kegiatan yaitu, pemaparan materi, presentasi, tanggapan, dialog kelompok, dan diskusi panel. Tema besar yang dibahas adalah Fundamentalis dan Kekerasan Sebagai Realitas Kehidupan," kata Romo Robini, sapaan Romo Robini Johanes Robini Marianto OP kepada Tribunnews,com, Selasa (12/8/2014).

Seorang awam yang ikut konferensi Ordo Dominikan, Kanis Dursin mengatakan, Ordo Dominikan tidak akan membahas isu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Pastor dari Ordo Dominikan tidak membahas ISIS. Yang benar adalah pastor dan suster serta awam Dominikan mengadakan pertemuan di Surabaya untuk sharing pengalaman dialog dengan orang umat agama lain. Salah satu kegiatannya adalah kunjungan ke IAIN Sunan Ampel (tetapi masih rencana)," ujar Kanis Dursin, seorang awam yang ikut pertemuan Dominikan. (*)

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved