Jaringan Kelompok ISIS

Puluhan Tentara ISIS Asal Inggris Merasa Ditipu dan Ingin Pulang

Tentara teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mulai mengalami demoralisasi, dan menyatakan ingin segera pulang ke negaranya masing-masing.

Puluhan Tentara ISIS Asal Inggris Merasa Ditipu dan Ingin Pulang
Kompas.com
Tentara Suriah digiring pasukan Negara Islam di gurun pasir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Reza Gunadha

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Tentara teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mulai mengalami demoralisasi, dan menyatakan ingin segera pulang ke negaranya masing-masing.

Setidaknya, dilansir dari Dailymail.co.uk, keinginan untuk pulang tersebut diungkapkan lusinan tentara ISIS yang berasal dari Inggris raya.

Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 500 warga Inggris raya (Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara) pergi secara ilegal ke Suriah dan Irak untuk bergabung bersama ISIS.

Seseorang yang mewakili 30 orang teroris ISIS asal Inggris raya, Jumat (5/9/2014), dikabarkan menghubungi International Centre King College London (ICSR), organisasi yang konsern dalam bidang radikalisasi dan kekerasan politik.

"Ia mengatakan kepada saya, mereka datang ke Suriah untuk melawan rezim. Tapi, sesampainya di sana, ISIS tak ubahnya terlibat dalam peperangan antargeng. Mereka kecewa, tapi juga bingung karena bakal dipenjara setibanya di Inggris," tutur Peter Neumann.

Neumann meyakini, seperlima dari teroris ISIS asal Inggris tengah berupaya mencari jalan keluar dari situasi yang bak memakan buah simalakama tersebut.

"Mereka juga menyatakan, apa yang dipropagandakan ISIS selama ini hanya bualan besar," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved