Selasa, 9 Juni 2026

Toko Sekaligus Studio Digerebek Polisi karena Memfilmkan Gadis Telanjang

Seorang tamu lelaki usia 63 tahun sedang memfilmkan gadis usia 17 tahun telanjang tanpa selembar benang pun di toko tersebut.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Foto Fuji TV
Baju perlengkapan model yang biasa digunakan gadis Jepang untuk mem-filmkan mereka. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah toko sekaligus studio untuk memfilmkan gadis muda usia, digerebek polisi Jepang Sabtu (6/12/2014) pekan lalu. Seorang tamu lelaki usia 63 tahun sedang memfilmkan gadis usia 17 tahun telanjang tanpa selembar benang pun di toko tersebut.

"Polisi menggerebek toko tersebut karena mempekerjakan gadis di bawah usia dewasa, di bawah 18 tahun, dan pekerjaan porno yang tidak sesuai izin penggunaan usaha toko tersebut," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (9/12/2014).

Toko itu di daerah Chuo Nagoya dan digerebek Sabtu lalu sekitar jam 16.00 waktu setempat. Di kamar pribadi di dalam toko tersebut seorang tamu toko asyik memfilmkan gadis di bawah umur usia 17 tahun dengan posisi telanjang.

Polisi langsung menangkap manajer toko, Nobufusa Osumi (60) karena melanggar undang-undang tenaga kerja, mempekerjakan karyawan atau tenaga kerja di bawah usia dewasa dan melanggar undang-undang pornografi.

"Gadis itu hanya ingin dapat uang jajan saja tak berpikir macam-macam," papar Osumi kepada pihak polisi.

Selain seorang gadis, satu gadis lain juga diamankan kepolisian Nagoya karena sama-sama berusia di bawah usia dewasa.

Bisnis JK (Josei Kosei) atau gadis pelajar (sekitar SMA) ini memang sangat populer di Jepang dan kebanyakan mereka mencari uang mudah dengan menjual dirinya. Tujuannya hanya untuk mendapatkan uang, bisa membeli barang brand mahal seperti tas dan dompet eksklusif impor yang berharga mahal.

Tarif toko itu mengenakan 13.000 yen untuk memfilmkan satu tahun gadis dengan pakaian kesukaan sang tamu. Kalau berpose telanjang dan baju khusus tambah sekitar 4000 yen lagi.

Saat digerebek ditemukan berbagai macam model baju seperti baju model pembantu, model pelaut, modal Santa Klaus dan sebagainya.

Toko J Model K dibuka Oktober tahun lalu dan mempekerjakan sekitar 10 gadis dengan honor sekitar 4.000 yen sejam. Dengan biaya 13.000 yen per jam memfilmkan gadis berarti pemilik toko dapat uang bersih sekitar 9.000 yen per jam dari setiap tamunya.

Model bisnis demikian biasanya banyak dilakukan pula oleh Yakuza di Jepang dan setoran toko semacam ini sering lari uangnya, sebagai uang proteksi kepada Yakuza setempat.

Info Yakuza lengkap baca www.yakuza.in.

Tags
Jepang
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved