Senin, 25 Mei 2026

Di Jepang ada di Situs Bunuh Diri yang Mengajak Bunuh Diri Bersama

Jumlah bunuh diri tetap banyak dan bahkan dengan situs internet bunuh diri bersama

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo
pakistancriminalrecords.com

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Data kepolisian Jepang per 1 Januari 2014 memperlihatkan jumlah orang bunuh diri di Jepang di Jepang per hari mencapai 75 orang.

Jumlah bunuh diri tetap banyak dan bahkan dengan situs internet bunuh diri bersama menjadikan beberapa orang Jepang, melakukan  bunuh diri secara bersamaan dilakukan di beberapa tempat di Jepang.

"Polisi Shimane menemukan seorang wanita dan pria bunuh diri bersamaan setelah bertemu di situs internet," papar sumber kepolisian kepada Tribunnews.com pagi ini (4/5/2015).

Kejadiannya 2 April tahun lalu, ungkapnya, di sebuah rumah kosong di kota Matsue perfektur Shimane Jepang. Dua orang ditemukan di dalam rumah kosong tersebut.
Namun satu orang wanita usia 18 tahun, pelajar akademi di Nagoya telah ditemukan meninggal dan satu lelaki dalam keadaan pingsan. Beruntunglah yang lelaki dapat diselamatkan pihak rumah sakit setempat setelah keduanya berusaha bunuh diri dengan membakar batu bara lalu menghisap uap bakaran di dalam kamar tertutup rapat.

"Kita memang mau bunuh diri dan dia sudah mengatakan kepada saya agar membunuh saya," papar Mizuki Okada, lelaki yang mencoba bunuh diri tetapi berhasil diselamatkan, bercerita kepada polisi dan berada dalam tahanan dengan tuduhan pembunuhan.

Sehari sebelum bunuh diri, sang gadis memberitahukan ibunya bahwa dia meninggalkan rumahnya di Nagoya karena ingin bertemu seseorang yang dikenalnya lewat internet. Lalu pada detik terakhir sebelum bunuh diri sang gadis memberitahukan ibunya bahwa dia akan bunuh diri dengan seorang lelaki di Shimane.

Ibunya langsung pergi ke tempat yang diberitahukan putrinya, melaporkan kepada polisi dan polisi akhirnya mendobrak rumah kosong tersebut dan menemukan sang gadis telah meninggal dunia dalam keadaan duduk.

Rumah kosong tersebut adalah milik kakek Mizuki Okada, yang dituduh pembunuhan dengan sengaja. Namun banyak pihak di Jepang mempertanyakan tuduhan pembunuhan tersebut karena dia pun juga sempat mau bunuh diri dan ditemukan pingsan pula.

Ketika menceritakan kasus sang gadis, Okada menekankan bahwa sang gadis sebenarnya telah terluka dan cacat di beberapa bagian tubuhnya sehingga tidak mampu bekerja lagi, stress berat lalu ingin bunuh diri bahkan memintanya untuk dibunuh.

Okada menemukannya di internet, berkomunikasi dan Okada memberikan simpati kepadanya sehingga akhirnya bertemu di darat, janjian untuk bunuh diri bersama.

Apabila terbukti Okada membunuh maka dia akan diganjar hukuman penjara antara 6 bulan sampai dengan 7 tahun penjara. Namun sampai kini belum diketahui kelanjutannya karena masih banyak pro dan kontra mengenai diri Okada, karena dia pun sebenarnya juga mau bunuh diri saat ini dan sudah dalam keadaan pingsan.

Data kepolisian juga memperlihatkan saat ini penyebab paling banyak bunuh diri di Jepang justru karena alasan kesehatan. Barulah alasan kedua terbesar karena stress tak punya uang atau terlibat hutang besar. Lalu masalah keluarga, dan masalah pekerjaan. Dua per tiga yang bunuh diri adalah lelaki.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved