Wartawan Pertanyakan Apakah Indonesia Bisa Menjaga Komitmen terhadap Jepang?

Sejumlah wartawan Jepang mempertanyakan apakah Indonesia dapat menjaga komitmen kerja samanya terhadap Jepang.

Wartawan Pertanyakan Apakah Indonesia Bisa Menjaga Komitmen terhadap Jepang?
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Foto jumpa pers Ketua BKPM Franky Sibarani (kiri) dengan wartawan Jepang, Jumat (29/5/2015). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejumlah wartawan Jepang mempertanyakan apakah Indonesia dapat menjaga komitmen kerja samanya terhadap Jepang. Salah satunya adalah masalah pajak impor kendaraan bermotor Jepang ke Indonesia menjadi pertanyaan serius wartawan Jepang saat bertemu dengan Kepala BKPM Franky Sibarani, Jumat (29/5/2015).

"Pemerintah Jepang mempertanyakan tarif impor kendaraan bermotor Jepang ke Indonesia yang belum juga turun. Bagaimana pendapat Bapak?" tanya Nishimura, wartawan Sankei.

Menurut Franky, saat ini pihak Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan pihak pemerintah Jepang mengenai hal tersebut.

"Kita belum tahu hasil negosiasi tersebut mungkin bisa tunggu sampai ke luar hasilnya nanti," jawab Franky.

Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang, Yoichi Miyazawa, Selasa (26/5/2015) lalu memprotes Indonesia yang tidak juga menurunkan tarif impor kendaraan bermotor sesuai kesepakatan ekonomi (EPA) bersama antara Jepang-Indonesia yang dibuat tahun 2008.

Menurut EPA, per 1 Januari 2016 tarif impor mobil Jepang ke Indonesia akan menjadi 5 persen dari yang saat ini masih 22,5 persen.

Apakah dalam beberapa bulan ini tarif tersebut dapat mendadak turun menjadi 5 persen, menjadi keprihatinan mendalam pihak Jepang saat ini.

Pertanyaan wartawan Jepang lain mengenai komitmen Indonesia terhadap berbagai proyek yang telah disepakati bersama sebelumnya, apakah Indonesia dapat tetap menjaga komitmen tersebut dengan baik?

"Misalnya investor Tiongkok masuk lalu berubah diberikan ke Tiongkok? Apakah di kabinet sekarang komitmen tersebut bisa berubah?" tanya Suzuki, wartawan Nikkei kepada Franky.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved