Kamis, 4 Juni 2026

Temuan Monyet Purba Berotak Kecil Bikin Ilmuwan Terkejut

Disebutkan monyet itu bernama Victoriapithecus, monyet purbakala yang masih memiliki hubungan darah dengan babon.

Tayang:
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hasanudin Aco
NBC
Ilustrasi monyet. 

TRIBUNNEWS.COM, KENYA -  Ilmuwan dikejutkan oleh penemuan bahwa ternyata otak monyet zaman purba lebih kompleks ketimbang monyet zaman sekarang, meski ukurannya lebih kecil.

Informasi tersebut didapat oleh para ilmuwan setelah meneliti hasil pindai tiga dimensi tengkorak monyet yang hidup 15 juta tahun yang lalu, yang ditemukan pada 1997 di sebuah pulau di Danau Victoria, Kenya.

Disebutkan monyet itu bernama Victoriapithecus, monyet purbakala yang masih memiliki hubungan darah dengan babon.

Selain melihat bahwa ternyata ukuran otak monyet purba itu hanya setengah dari besar monyet masa kini, ilmuwan juga melihat otak monyet itu penuh lipatan dan kerutan.

Hal itu disimpulkan oleh para peneliti tersebut sebagai akibat dari tingginya tingkat kompleksitas otak si monyet purba.

Penemuan otak kecil namun berkompleksitas tinggi ini mengejutkan para penelitinya, sebab yang diyakini mereka adalah otak primata biasanya membesar terlebih dahulu, baru menjadi lebih kompleks.

"Sebaliknya, penelitian ini malah membuktikan bahwa prosesnya terbalik: menjadi kompleks dahulu, baru otak makin besar," ucap Lauren Gonzales, satu dari peneliti studi itu.

Meski demikian, hasil penemuan ini  dikatakan dapat memberikan informasi pada ilmuwan mengenai evolusi otak primata dan perkembangannya, terutama sejak keberadaan primata purba yang sulit didapat fosilnya.

Dikatakan pula dalam hasil studi yang rilis di jurnal Nature of Communication itu bahwa monyet Victoriapithecus ini kemungkinan memiliki penciuman yang lebih tajam, ketimbang monyet kebanyakan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved