Pesan Peringatan 70 Tahun Bom Nagasaki: Stop Pakai Senjata Nuklir
Kota Nagasaki menyuarakan penghapusan penggunaan senjata nuklir dan perang pada perintatan 70 tahun bom Nagasaki.
TRIBUNNEWS.COM, NAGASAKI -- Kota Nagasaki menyuarakan penghapusan penggunaan senjata nuklir dan perang pada perintatan 70 tahun bom Nagasaki.
Seruan itu bergema dari keluarga korban, korban selamat dan warga Jepang yang berkumpul Dalam peringatan bom atom Nagasaki.
Saat itu, Perdana Menteri Shinzo Abe hadir di antara warga, perwakilan keluarga korban bom Nagasaki, dan korban selamat. Mereka menentang rencana yang akan diluncurkan oleh pemerintah Abe.
"Kami tidak dapat menerima ini," kata Sumiteru Taniguchi (86) kepada AP, setelah menjelaskan secara rinci grafis cedera traumatisnya dan bagaimana orang lain meninggal pada 9 Agustus 1945, karena serangan bom di Nagasaki.
Perwakilan dari 75 negara, termasuk Duta besar AS Caroline Kennedy, juga turut menghadiri peringatan yang dipusatkan di Nagasaki Peace Park.
Mayor (Purn) TNI saat bom atom Nagasaki Tomihisa Taue, menyuarakan suara yang sama, mengenai "kegelisahan luas masyarakat jepang tentang undang-undang, yang telah lolos dari Majelis rendah parlemen dan akan diputuskan di majelis tinggi.
"Saya mendesak pemerintah Jepang untuk mendengarkan suara-suara dari kegelisahan dan keprihatinan," kata Taue.
Pesan dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon bergema disuarakan kembali oleh Taue dan warga Negeri Matahari terbit untuk menghapuskan senjata nuklir.
"Saya sepenuh hati bergabung dengan Anda menyuarakan seruan dunia, agar tidak ada Nagasaki lain. Tidak Ada lagi Hiroshimas lain,"kata Ban dalam pesan yang dibaca oleh Kim Won-Jadi, perwakilan tinggi pejabat PBB untuk Urusan Perlucutan Senjata.
Abe, dalam komentar singkat, mengatakan bahwa Jepang, sebagai satu-satunya negara yang mengalami serangan nuklir, akan berusaha untuk memainkan peran utama dalam mewujudkan dunia tanpa senjata semacam itu.
Ribuan orang berkumpul di Nagasaki memperingati 70 tahun jatuhnya bom atom di kota tersebut. Selain para korban dan keluarga bom atom, Perdana Menteri Shinzo Abe yang didampingi Duta Besar Amerika untuk Jepang Caroline Kennedy juga turut hadir.
Rangkaian bunga berbaris menghiasi lokasi peringatan di Nagasaki Peace Park. Dalam acara peringatan itu, mereka yang berhasil bertahan dari tragedi bom tersebut juga hadir, termasuk delegasi yang memakili negara-negara tetangga.
Dalam peringatan itu, saat lonceng berdentang, pukul 11:02, waktu ketika pesawat AS B-29 menjatuhkan bom atom, menewaskan lebih dari 70.000 orang dan membuat Kekaisaran Jepang menyerah kalah pada Perang Dunia II. Bom atom pertama di Hiroshima tiga hari sebelumnya telah menewaskan 140.000 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/warga-jepang-peringati-70-tahun-bom-atom-nagasaki_20150809_121151.jpg)