Senin, 13 April 2026

Polisi New York Siaga Jelang Kedatangan Paus Fransiskus

Telegraph mengatakan sempat ada sebuah ancaman yang menyasar kedatangan Paus Fransiskus ke AS.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hasanudin Aco
Getty Images/Chang W. Lee
Sejumlah agen penegak hukum setempat dan negara yang berkumpul untuk mengikuti pelatihan pengamanan menjelang kedatangan Paus Fransiskus ke AS, Senin (14/9/2015), markas NYPD, New York, AS. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Amerika Serikat (AS) pekan depan, pihak keamanan kota New York mulai mempersiapkan upaya pengamanan, sembari menghadapi tantangan yang cukup besar untuk kedatangan itu.

Pasalnya, kedatangan Paus Fransiskus pada 24 - 26 September 2015 mendatang itu juga bertepatan dengan agenda-agenda acara lain seperti pertemuan PBB, konser Beyoncé, dan beberapa pertandingan New York Yankees, yang nyaris semuanya juga butuh pengamanan khusus.

"Selain sang Paus, kami juga akan menyambut sekitar 170 pemimpin negara dari seluruh dunia di kota ini. Itu artinya New York akan menerima 90% pemimpin dunia dalam waktu yang bersamaan," kata Komisaris Departemen Kepolisian New York (NYPD) William Bratton, Senin (14/9/2015).

Agen Rahasia AS (USSS), FBI, NYPD, dan sejumlah pihak lainnya kemudian menggelar sebuah konferensi pers pada Senin untuk menjabarkan beberapa persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi itu.

Menurut Wall Street Journal, persiapan yang dilakukan termasuk melakukan pelatihan keamanan dan mengatur kehadiran ribuan petugas kepolisian, kamera pengawas, alat pendeteksi bom dan radiasi, unit anjing K9 dan kuda, serta robot gegana.

"Meski akan ada ketidaknyamanan, tapi menurut saya warga New York tidak akan begitu terdampak akan itu. Warga New York sangat tangguh dan pasti bisa menghadapinya," ucap Wali Kota New York Bill de Blasio.

Sebelumnya, Telegraph mengatakan sempat ada sebuah ancaman yang menyasar kedatangan Paus Fransiskus ke AS. Ini sempat membuat pihak keamanan AS khawatir, mengingat Paus Fransiskus suka sekali berada di tengah pengunjungnya.

Ancaman tak jelaskan secara rinci, namun dipastikan informasi mengenai ancaman tersebut didapat dari Agen Rahasia AS. Atas ancaman tersebut, Kepala Komite Keamanan Dalam Negeri AS Michael McCaul menjanjikan sang Paus akan dipantau ketat selama kunjungannya. (Wall Street Journal/Telegraph)

Sumber: TribunJakarta
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved