Banjir Bandang Akibat Topan Koppu Filipina Tewaskan 47 Orang
korban meninggal akibat topan itu justru masih terus bertambah hingga 47 orang.
TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Sembari banjir bandang akibat topan Koppu di Filipina mulai surut, korban meninggal akibat topan itu justru masih terus bertambah hingga 47 orang.
Dikutip dari The Washington Post, sebagian besar korban tewas karena tenggelam, longsor, pohon jatuh, dan tembok runtuh, akibat hujan lebat dari topan Koppu.
Hujan lebat yang melanda daerah pegunungan di bagian utara Filipina itu menyebabkan banjir bandang di beberapa tempat di negara itu, yang menelan nyawa dan merusak sawah.
Namun, dikatakan oleh otoritas setempat kepada The Washington Post, Rabu (21/10/2015), banjir dan topan terpantau mulai surut dan mereda.
"Meski air masih terlihat mengalir, di beberapa lokasi (genangan air) terlihat mulai surut," tutur direktur sebuah proyek pemerintah setempat untuk menangani dampak bencana alam, Mahar Lagmay.
Akan tetapi, banjir masih belum surut secara maksimal, sehingga dikatakan ABC News lebih dari 107 ribu warga masih tertahan di tempat-tempat pengungsian, yang sudah dievakuasi sejak Senin (19/10/2015) lalu.
"Kami melihat bahwa hujan banyak terjadi di daerah pegunungan. Ada kemungkinan besar akan terjadi banjir bandang, jadi warga dievakuasi ke daerah yang lebih aman," ucap perwakilan dari kantor Pertahanan Sipil setempat, Melchito Castro. (The Washington Post/ABC News)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/banjir-filipina-nih2_20151021_141913.jpg)