Belajar Sejarah Jepang ke Samurai Museum Shinjuku
Dari sanalah muncul masyarakat klan samurai yang dipimpin oleh Shogun.
Kapal menyeramkan ini dikenal sebagai Kurofune, Kapal Hitam.
Saat itu pula para Samurai pun ikut berperan membantu Shogun dan seolah menjadi tamengnya menghadapi pihak barat.
Tahun berikutnya, Perry kembali dengan tujuh kapal dan menuntut bahwa shogun menandatangani Perjanjian Perdamaian dan Amity, membangun hubungan diplomatik formal antara Jepang dan Amerika Serikat.
Dalam lima tahun, Jepang telah menandatangani perjanjian serupa dengan negara-negara Barat lainnya.
Perjanjian ini adalah tidak sama, yang telah dipaksakan Jepang melalui diplomasi kapal meriam, dan ditafsirkan oleh Jepang sebagai tanda imperialisme Barat memegang sisa benua Asia.
Dari sanalah muncul berbagai transaksi dagang beserta permasalahannya.
Sejarah ini sangat menarik dengan keikutsertaan para Samurai ikut berjuang pula dan mungkin sejarah itu beserta perangkat baju, pedang Samurai dan sebagainya bisa dijumpai di Museum tersebut.
Saat ini ada diskon menggunakan Kupon yang ada di pintu masuk Museum tersebut, dari 1500 yen menjadi 1000 yen per orang.
Bahkan setiap jam 2 siang ada pelatihan menggunakan pedang gratis di Museum ini.
Bagi yang berada di Tokyo, mungkin menarik mengunjungi Museum ini sambil belajar sebagian dari sejarah Jepang khususnya mengenai Samurai Jepang dan perlengkapannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/samurai-jepang-nih2_20151221_194427.jpg)