Imam Masjid Jepang: Meski Anak Nakal, Saya Tak Pernah Jadi Anggota Yakuza

Sheikh Abdullah Taqy Takazawa atau Taku Takazawa (44) kini jadi pembicaraan banyak orang terutama di berbagai situs.

Imam Masjid Jepang: Meski Anak Nakal, Saya Tak Pernah Jadi Anggota Yakuza
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sheikh Abdullah Taqy Takazawa atau Taku Takazawa (44), orang Jepang yang jadi Imam Masjid Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sheikh Abdullah Taqy Takazawa atau Taku Takazawa (44) kini jadi pembicaraan banyak orang terutama di berbagai situs.

Sayangnya pemberitaan mengenai Taqy--sapaan akrabnya--yang kini menjadi imam masjid di Tokyo Jepang ini banyak yang tidak benar.

"Saya bukan yakuza dan tak pernah jadi yakuza. Dulu saat kecil memang saya anak berandalan, nakal seperti anak nakal lainnya. Namun saya tidak pernah masuk jadi anggota yakuza dan tidak juga sekarang," kata Sheikh Abdullah Taqy Takazawa atau Taku Takazawa (44), orang Jepang yang jadi Imam Masjid Jepang, biasa dipanggil Taqy khusus kepada Tribunnews.com, Minggu (21/2/2016).

Taqy ingin meluruskan mengenai dirinya yang banyak diberitakan sebagai mantan anggota yakuza.

"Selama menjadi seniman tato atau mentato orang, hanya satu anggota yakuza yang saya tato. Itu pun belum selesai sudah kabur karena kesakitan, dia tak tahan," katanya.

Jadi pada umumnya orang yang ditato adalah orang umum biasa, bukan pula para anggota yakuza.

Taqy mengakui tak tahu dari mana berita dan informasi yang muncul sehingga pemberitaan mengenai dirinya banyak yang tidak benar.

Ketertarikannya kepada tato dimulai sejak di bangku SMA.

"Saya hanya satu tahun di SMA, tidak lulus. Lalu sekitar tahun 1992 saya mulai menekuni sendiri cara mentato orang. Semua saya pelajari sendiri, tidak pernah belajar dari orang lain. Mungkin inilah karakter saya ya," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved