Perang Yakuza Jepang 15 Maret 2016

Diperkirakan pecah perang yakuza kedua geng tersebut 15 Maret mendatang

Perang Yakuza Jepang 15 Maret 2016
Foto Shukan Jitsuwa
Bos Yamagucgigumi generasi keenam, Shinobu Tsukasa, saat perayaan tahun baru di Kobe perfektur Hyogo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Suasana ketegangan antara kelompok mafia (yakuza) Yamaguchigumi dengan Kobe Yamaguchigumi (KY) benar-benar semakin tegang saat ini.

Diperkirakan pecah perang yakuza kedua geng tersebut 15 Maret mendatang di Kabukicho Tokyo Jepang.

"Tanggal 15 Maret rencana kelompok yakuza terutama dari dua geng tersebut kemungkinan bertemu di sebuah kedai kopi (cafe) di Kabukicho di Tokyo," ujar sumber Tribunnews.com Jumat ini (4/3/2016).

Itu bukan pertemuan pertama tetapi sudah sedikitnya tiga kali pertemuan sebelumnya yang berakhir ketegangan dan penembakan, namun tidak terekspos ke media besar Jepang.

Pertemuan pertama 15 Januari 2016 di sebuah cafe di Shinjuku dekat kantor walikota Shinjuku.

Sekitar 30 orang anggota yakuza berkumpul dari Kobe Yamaguchigumi (KY).

Lalu 80 polisi datang membubarkan mereka.

Kelompok yakuza yang bermarkas di Tokyo, Sumiyoshi-kai, yang punya kepentingan di kabukicho juga ikut campur menghimbau agar KY jangan ikut campur di dalam wilayah Kabukicho.

Himbauan tersebut tampaknya tak didengar kalangan KY dan sebulan kemudian mereka berkumpul kembali di sana tetapi berakhir dengan keributan.

Ujung pertemuan berakhir dengan pertumpahan darah dan pertengkaran yang melibatkan sedikitnya 50 anggota yakuza, polisi dan warga sipil. Namun anehnya tak ada penangkapan saat itu.

Yamaguchi-gumi memiliki memiliki kebijakan 'tidak memprovokasi', tetapi para anggota muda yang sulit untuk dikontrol melakukan berbagai kekerasan.

Kini terdengar kabar mereka akan bertemu lagi 15 Maret ini dan diperkirakan akan muncul pertengkaran besar sehingga polisi pun semakin meningkatkan kewaspadaannya terutama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan para warga masyarakat.

Pengamatan Tribunnews.com di lapangan, mungkin menghimbau warga Indonesia yang berada di Tokyo agar saat-saat ini jangan mendekati daerah Kabukicho, terutama daerah yang dekat dengan kantor walikota Shinjuku di mana sekitarnya banyak klub malam, ada pula hotel bisnis dan capsul hotel di sana.

Di sanalah pusat mereka berkumpul dan berbahaya sekali kalau sampai terjadi tembak-menembak, berdampak peluru nyasar ke masyarakat sekitarnya.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved