Mengenang Ledakan PLTN Fukushima

Hanya Tujuh Persen Wilayah Fukushima Terdampak Radiasi Ledakan PLTN

Dampak ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ternyata hanya mengenai daerah sekitar 6 persen dari seluruh luas Fukushima.

Hanya Tujuh Persen Wilayah Fukushima Terdampak Radiasi Ledakan PLTN
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gubernur Fukushima, Masao Uchibori. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dampak ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ternyata hanya mengenai daerah sekitar 6 persen dari seluruh luas Fukushima.

Sementara pengungsi yang ke luar dari Perfektur Fukushima hanya 5 persen dari seluruh penduduk perfektur tersebut.

"Banyak sekali yang salah sangka bahwa seluruh Fukushima berbahaya dampak dari ledakan nuklir di masa lalu. Hal tersebut tidak benar," ungkap Gubernur Fukushima Masao Uchibori khusus menjawab pertanyaan Tribunnews.com, Senin (14/3/2016).

Dari semua tempat yang ada di Fukushima, menurutnya hanya 7 persen saja wilayah yang memang masih memiliki radiasi cukup tinggi dan dikosongkan penduduknya.

"Hanya 7 persen saja dari luas Fukushima yang memang masih memiliki radiasi cukup tinggi. Lainnya apalagi saat ini sudah normal kembali," kata Uchibori.

Memang diakuinya untuk normal 100 persen seluruh tempat di Fukushim adibutuhkan sekitar 30 tahun. Namun Gubernur yakin kemungkinan akan semakin cepat baik apabila semua perencanaan terlaksana dengan baik pula.

"Masalahnya daerah ledakan nuklir bencana diambil alih sepenuhnya oleh Pemerintah pusat dan kalau ada apa-apa bermasalah kembali kita dari perfektur tak bisa banyak terlibat dan proses pemulihan akan berdampak terhambat pula. Namun semoga semua berjalan lancar," harapnya.

Makanan dan minuman serta berbagai produk dari Fukushima sebenarnya sudah normal kembali tetapi masih ada beberapa negara yang masih melarang impor sehingga berdampak negatif terhadap perekonomian serta perdagangan para pengusaha Fukushima.

Gubernur berharap kesalahpahaman ini dapat berakhir sehingga ikut membantu meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat Fukushima.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved