Mulai Kehilangan Wilayah Kekuasaan, ISIS Krisis Pendapatan
Carlino menyebutkan pendapatan kelompok itu per bulan turun dari Rp 1,052 triliun menjadi Rp 736 miliar.
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Lantaran mulai kehilangan wilayah kekuasaan, kelompok militan ISIS krisis pendapatan.
Menurut seorang analis dari sebuah lembaga riset, Ludovico Carlino, pemasukan ISIS anjlok sekitar 30 persen sejak pertengahan 2015 lalu.
Carlino menyebutkan pendapatan kelompok itu per bulan turun dari Rp 1,052 triliun menjadi Rp 736 miliar.
Selain itu, penurunan juga terjadi pada produksi minyak ISIS yang anjlok sekitar 30 persen sejak pertengahan 2015.
Serangan udara pasukan koalisi AS dan Rusia yang mengambil alih wilayah kekuasan ISIS dikatakan menjadi penyebab segala penurunan itu.
"ISIS masih menjadi penguasa di beberapa wilayah, namun penurunan pendapatan menjadi hal yang signifikan dan menjadi tantangan bagi kelompok itu dalam menunjukkan kekuasaannya di wilayah-wilayah itu," kata Carlino.
Sekitar 50 persen pendapatan ISIS berasal dari pajak dan penyitaan perusahaan dan properti, sedangkan 43 persen berasal dari minyak.
Penurunan pendapatan itu memaksa kelompok tersebut memberlakukan sejumlah jenis pajak atau denda baru. (Reuters/The Guardian)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pasukan-isis-berpawai-di-raqqa-suriah_20150328_144455.jpg)