Senin, 20 April 2026

Ketua DPRD Jakarta Berharap Tenaga Kerja Indonesia Makin Banyak di Jepang

Saya lihat banyak kesempatan terbuka bekerja bagi tenaga Indonesia ke Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Foto Richard Susilo
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, SH 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kunjungan kerja (kunker) Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, SH (54) ke Jepang selama seminggu memberikan banyak pengalaman berharga dan menarik yang bisa dipersembahkan kepada Indonesia.

Meskipun demikian juga melihat kurangnya tenaga kerja Indonesia yang mestinya bisa lebih banyak lagi bekerja di Jepang.

"Saya lihat banyak kesempatan terbuka bekerja bagi tenaga Indonesia ke Jepang. Apalagi orang Jepang sudah jauh semakin sedikit, hanya orangtua saja saat ini, jadi mengapa tidak kita manfaatkan dengan membuka peluang kerja bagi para warga Indonesia bekerja di Jepang lebih luas lagi," ujarnya khusus kepada Tribunnews.com malam ini, Jumat (29/4/2016).

Hal ini menurutnya telah disampaikan kepada Duta Besar Indonesia untuk Jepang, "Saya sudah bicara serius kok hal ini dengan pak Duta Besar kita di Tokyo ini, mengharapkan agar dia bisa lebih aktif lagi mengupayakan agar tenaga kerja Indonesia dibukakan pintunya bekerja di Jepang lebih luas lagi di masa mendatang," ujarnya.

Kunkernya kali ini terutama mengenai daur ulang sampah, soal reklamasi di Tokyo, transportasi lalu lintas membuatnya lelah sekali hingga kini.

"Sejak pertama datang, jadwal saya padat sekali, capek juga saya, baru sekarang bisa bernafas dikit dan besok pagi mau kembali ke Indonesia pakai Garuda Indonesia. Tapi saya puas banyak yang bisa dipelajari dari Jepang buat kepentingan Indonesia khususnya buat Jakarta," ujarnya.

Sesampainya di Indonesia, Pras akan segera membuat laporan kunker ini dan akan dilaporkan termasuk diupayakan disampaikan ke Presiden Indonesia Joko Widodo agar Indonesia bisa belajar banyak dari Jepang memperbaiki berbagai hal khususnya yang ada di Ibukota Republik Indonesia, DKI Jakarta.

"Supaya masyarakat Jakarta dan pak Presiden juga tahu kalau kita ini ke Jepang untuk belajar, capek-capek datang ke Jepang belajar sampai mau pingsan nih saking padat jadwalnya," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved