Gempar, Dugaan Skandal Korupsi Pemilihan Tokyo Sebagai Tempat Olimpiade 2020?
Koran The Guardian minggu lalu menggambarkan dengan jelas keterkaitan Dentsu tersebut dengan Ian Tan Tong Han.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perusahaan periklanan besar Jepang, Dentsu Inc. diisukan terkait penyogokan uang korupsi yang dibayarkan melalui perusahaan paper company, konsultan di Singapura sebesar 248 juta yen tahun 2013.
Koran The Guardian minggu lalu menggambarkan dengan jelas keterkaitan Dentsu tersebut dengan Ian Tan Tong Han yang merupakan konsultan di Singapura.
Ian merupakan teman sangat akrab Papa Massata Diack, putera Lamine Diack (Presiden IAAF tahun 1999-2015). Papa sebagai konsultan dari IAAF (Federasi Asosiasi Atletik Internasional) bekerjasama dengan Ian membentuk perusahaan, yang ternyata paper company, di Singapura.
Wartawan NHK Jepang pun sempat menyelidiki ke sana (Singapura) dan mendapati lokasi perusahaan konsultan tersebut di dalam Perumahan Nasional (Perumnas) Singapura yang jorok dan sangat tidak pantas sebagai kantor.
Dari penyelidikan wartawan NHK tersebut diketahui dari tetangga yang ada, kantor tersebut tak pernah kelihatan ada kesibukan dan tak pernah lihat ada lelaki. Selalu yang kelihatan hanya wanita di sana dan penampilannya bukan sebagai pekerja kantor, ungkap para tetangga.
Tsunekazu Takeda, salah seorang pimpinan Komite Olimpiade Jepang (JOC), dalam komentarnya kepada pers baru-baru ini membenarkan adanya uang tersebut, "Uang tersebut secara bisnis untuk biaya konsultasi yang wajar dan resmi sesuai perjanjian bisnis formal. Jadi tidak benar keterlibatan Jepang terhadap korupsi dengan pihak Komite Olimpiade Internasional," tekannya kepada para wartawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kantor-paper-company-perusahaan-konsultan-olimpiade-di-singapura_20160516_224327.jpg)