Breaking News:

Inggris Keluar dari Uni Eropa

Tolak Jadi PM Inggris, Penggerak 'Brexit' Ditunjuk Jadi Menlu Inggris

Setelah menolak untuk mencalonkan diri menjadi Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson malah ditunjuk jadi Menteri Luar Negeri.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
Wall Street Journal/GETTY IMAGES
Boris Johnson. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Setelah menolak untuk mencalonkan diri menjadi Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson malah ditunjuk jadi Menteri Luar Negeri.

Penggerak dukungan agar Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa (Brexit) itu telah ditunjuk PM baru Inggris Theresa May dalam kabinetnya.

Penunjukkan pria yang juga adalah mantan Wali Kota Inggris itu kemudian diramaikan kritik dari sejumlah media dan warga Eropa.

Johnson memang terkenal dengan komentar-komentar kasar dan sarkasnya, seperti membandingkan Uni Eropa dengan diktator Nazi Adolf Hitler.

Karenanya, penunjukkan itu mendapat olokan dari media-media Eropa, tak terkecuali May yang ikut menjadi sasaran karena menunjuk Johnson.

Media Jerman Die Welt menyebut penunjukkan itu "tak masuk akal" dan media Perancis Liberation menilai Johnson "kurang berpengalaman".

Sebenarnya tidak diketahui pula apa alasan May memilih Johnson sebagai Menlu Inggris, padahal sebelumnya May kerap mengkritik kinerja Johnson.

Namun, May menegaskan dirinya hanya ingin menekankan komitmen untuk menyampaikan keinginan rakyat Inggris keluar dari Uni Eropa.

Selain itu, May juga membentuk kementerian baru, yaitu Kementerian Brexit, dan menunjuk mantan Menteri Negara untuk Eropa David Davis.

Kementerian Brexit akan ditugaskan untuk mengurus perpisahan Inggris dari Uni Eropa.

May resmi menjadi PM Inggris pada 13 Juli, menggantikan David Cameron yang mengundurkan diri usai Brexit memenangkan referendum.

Cameron merasa dirinya sebagai pendukung Inggris untuk tetap menjadi anggota Uni Eropa tak akan sejalan dengan hasil referendum.

Johnson sempat digadang sebagai pengganti Cameron, mengingat ialah penggerak dukungan untuk Brexit, sebelum akhirnya Johnson menentang hal itu. (Reuters/AP)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved