Minggu, 12 April 2026

Operasi menumpas Abu Sayyaf, 12 tentara Filipina tewas

Setidaknya 12 tentara Filipina dan sebelumnya 21 anggota militan Abu Sayyaf tewas dalam operasi yang dipicu pemenggalan sandera sipil yang keluarganya terlalu miskin untuk membayar uang tebusan.

militer filipina

Hari paling mematikan bagi pasukan Filipina sejak Presiden Rodrigo Duterte terpilih pada bulan Mei.

Setidaknya 12 tentara Filipina tewas dalam pertempuran sengit melawan militan Abu Sayyaf, demikian kata militer Filipina.

Itu berarti, Senin (29/8) itu adalah hari paling mematikan bagi pasukan Filipina sejak Presiden Rodrigo Duterte terpilih pada bulan Mei.

Abu Sayyaf adalah kelompok jihad terkecil namun paling kejam di Filipina selatan.

Mereka terkenal karena bukan hanya menyerang tentara, namun juga menculik warga sipil untuk dimintai uang tebusan - sebagaimana yang mereka lakukan terhadap sejumlah pelaut warga Indonesia.

Mereka juga dikenal akan kekejamannya dalam memenggal tentara Filipina, ataupun sandera warga sipil yang tenggat waktu pembayaran tebusannya lewat.

Seorang juru bicara militer dikutip oleh laman beritaInquirer mengatakan bahwa para prajurit itu tewas saat memerangi sekitar 70 anggota kelompok Abu Sayyaf di dekat kota Barangay Maligaya, di selatan Filipina.

Setidaknya lima tentara terluka juga dalam pertempuran Senin itu.

Pada hari Minggu (28/8) delapan militan Islam yang berbaiat kepada apa yang disebut Negara Islam (ISIS) dibebaskan dari penjara Lanao del Sur di selatan Filipina yang dijebol oleh setidaknya 20 orang bersenjata dari kelompok Maute.

Sumber: BBC Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved