BBC

Benarkah Pizza Hut dan Marugame gunakan bahan-bahan kadaluarsa?

Kepolisian melancarkan penyelidikan atas dugaan penggunaan bahan makanan yang melampaui masa kadaluarsa yang melibatkan sejumlah jaringan restoran internasional -simak investigasi tim gabungan BBC Indonesia dan Tempo.

Ia mengukuhkan, polisi menerima laporan pada tanggal 18 April 2016 lalu melakukan penyitaan bubuk bonito dari gudang pendingin (chiller storage) PT. SFG di Bekasi pada tanggal 26 April 2016.

Dari hasil penyitaan di gudang Bekasi, ditemukan bubuk Bonito dalam kemasan 8x250gram, diproduksi 24 Agustus 2015. Dan di labelnya, tanggal kedaluwarsa seharusnya jatuh pada 23 Februari 2016 namun bagian tersebut ditutup label baru bertanggal 23 Agustus 2016.

Menurut polisi, temuan ini sudah dibawa ke laboratorium independen.

Polisi pernah mendatangi gerai Marugame Udon di Gandaria City ini sebelum bergerak ke sebuah gudang penyimpanan dingin di Bekasi.

Risiko kesehatan?

Lepas dari persoalan hukum, bagaimana risiko yang dihadapi para konsumen yang menyantap makanan yang dibuat dengan bahan-bahan itu?

Marukei, perusahaan Jepang yang memasok bubuk bonito kepada Marugame Udon menyebut, rasa makanan bisa terpengaruh, namun tidak membuatnya jadi tidak aman atau tidak layak konsumsi.

Menurut Presiden Direktur Marukei, Nobuyasu Sawairi dalam penjelasan kepada BBC–Tempo melalui surel, masa simpan bubuk bonito pada umumnya adalah setahun.

“Karena kelembaban bubuk bonito sangat rendah, maka bakteri tidak akan cepat berkembang, apalagi karena sudah dikemas sedemikian rupa,” tulisnya.

“Jika masa simpannya sudah kedaluwarsa, kami tidak akan merekomendasikan -bukan karena bakteri, tapi karena rasa. Jika produk sudah lewat setahun, jumlah bakteri tidak akan muncul dan berkembang mendadak, namun rasanya akan berubah, sehingga kami tidak merekomendasikan penggunaan produk ini.”

Untuk kasus Marugame Udon, disebutkannya, masa simpan hanya diberikan enam bulan akibat peraturan pemerintah Cina. Marugame mengimpor bubuk bonito dari pabrik Marukei di Shanghai, Cina.

Bubuk bonito pada dasarnya tuna cakalang yang dikeringkan dan diolah menjadi bubuk untuk bahan dasar sup miso dan sebagainya. Selain itu dalam rekapitulasi data masa simpan yang kami peroleh, ada pula beberapa produk makanan lain yang berbasis protein, seperti sosis dan kulit ayam.

Ahli teknologi pangan Institut Pertanian Bogor, Dr Joko Hermanianto memapar, untuk makanan berbasis protein perlu diperhatikan level mikroba di makanan tersebut –karena bisa membuatnya tidak aman dikonsumsi.

Dia juga berkata sosis yang berbasis protein masih aman dikonsumsi lewat sedikit masa kedaluwarsanya jika disimpan dengan baik di pendingin.

“Kalau sebulan masih bisa. Kalau dua bulan mungkin sudah ada yang rusak,” katanya.

Berkas yang kami peroleh menunjukkan, perpanjangan masa kedaluwarsa yang dilakukan terhadap bahan sosis Pizza Hut, memang satu bulan –berada dalam batas aman menurut Hermanianto.

SFG sendiri mengaku selalu melakukan tes mikroba sebelum memperpanjang masa simpan produk makanan.

Betapa pun, ahli teknologi pangan IPB, Prof Purwiyatno Hariyadi mempertanyakan langkah itu. Ia mengakui, tes mikroba dengan yang disebutnya rapid test seperti yang dilakukan SFG, memang cukup untuk mengetahui kandungan mikroba dan memprediksi berapa lama suatu produk dapat bertahan. Namun ini menurutnya tetap problematik.

“Secara teori, (tes itu) cukup kalau mereka memiliki orang yang mengerti di area itu. Tapi itu kan misleading , ada masalah etika disitu,” kata Prof Purwiyatno.

Saat laporan investigasi bersama BBC dan Tempo ini siap turun, Pizza Hut dan Marugame menggelar jumpa pers terpisah, namun di tempat yang sama -dengan waktu berselang beberapa menit.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved