Rudal-rudal Pertahanan Udara Buatan Rusia yang Dipesan Iran Telah Berdatangan

“Rusia telah mengirimkan sistem pertahanan udara S-300 kepada Iran lebih dari setengah jumlah yang disepakati."

Rudal-rudal Pertahanan Udara Buatan Rusia yang Dipesan Iran Telah Berdatangan
Press TV
Rudal jarak jauh buatan Rusia, S-300, di situs nuklir Fordo, Iran tengah. Gambar diambil pada Minggu (28/8/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Baru-baru ini terdengar kabar bahwa Teheran telah menerima lebih dari setengah jumlah sistem pertahanan udara S-300 pesanannya dari Rusia.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan yang mereka sepakati sebelumnya.

“Rusia telah mengirimkan sistem pertahanan udara S-300 kepada Iran lebih dari setengah jumlah yang disepakati. Kami telah mengirim setengah dari jumlah yang disepakati, dan bahkan lebih,” ungkap Ajudan Presiden Rusia Vladimir Kozhin, Selasa (6/9), seperti dikutipSputnik.

 Pada Agustus lalu, Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan mengatakan bahwa negaranya menunggu komitmen Moskow untuk mengirim S-300 pada September 2016.

Ia juga mengatakan bahwa komponen utama S-300 saat itu telah tiba di Teheran.

Sebelumnya, pada 19 Juni lalu Kepala Perusahaan Rusia Rostec Sergei Chemenov menyebutkan pihaknya akan menyelesaikan pengiriman pesanan Iran pada akhir 2016.

Dikutip dari RBTH Indonesia, Iran dan Moskow menandatangani kontrak untuk mengirim lima unit S-300 dengan nilai kontrak 800 juta dolar AS pada 2007 lalu.

Namun, realisasi kontrak senilai ratusan dolar AS tersebut sempat terhambat lantaran Dewan Keamanan PBB memperpanjang sanksi embargo senjata kepada Iran pada 2010.

 Negosiasi kontrak akhirnya kembali lakukan pada April 2015 menyusul kesepakatan Teheran untuk membatasi program fasilitas nuklirnya dan melaporkan segala aktivitas nuklirnya pada Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).

S-300 merupakan rudal sistem pertahanan udara buatan Moskow yang mampu menjelajah hingga 150 kilometer.

Sistem pertahanan udara asal negeri beruang merah ini memiliki kemampuan jelajah maksimum pada ketinggian 30 kilometer.

 Setiap kendaraan peluncur S-300 memiliki empat tabung peluncur yang menambakkan dua rudal per target.

Satu batalion S-300 terdiri dari enam kendaraan peluncur dengan total 24 rudal, ditambah dengan kendaraan komando dan operasional serta kendaraan pengangkut radar jarak jauh.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Angkasa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved