Aung San Suu Kyi Sebut Dunia Pemicu Konflik Budha-Rohingya
Dikecam soal diskriminasi atas Rohingya, politisi ternama Myanmar Aung San Suu Kyi malah menuduh dunia sebagai pemicunya
TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Dikecam soal diskriminasi atas Rohingya, politisi ternama Myanmar Aung San Suu Kyi malah menuduh dunia sebagai pemicunya.
Perempuan yang menjabat sebagai penasihat negara (setara perdana menteri) itu merespons keras kritik dunia terhadap diskriminasi Rohingya di sebelah barat laut Myanmar.
Atas kematian puluhan warga Rohingya akibat aksi militer di dekat perbatasan Myanmar-Bangladesh, Aung San Suu Kyi menyebutkan betapa kompleksnya masalah etnis di Myanmar.
Aung San Suu Kyi juga meminta dunia agar membantu Myanmar dalam menjaga stabilitas keadaan dan bukan malah memicu kebencian antarumat beragama di negara itu.
"Akan lebih jika masyakat dunia membantu Myanmar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas, serta meningkatkan hubungan antar umat beragama," kata Aung San Suu Kyi.
"Bukan malah melemparkan dan semakin memicu kebencian itu," ucapnya lagi.
Aung San Suu Kyi juga mengatakan dunia sebaiknya tidak lupa bahwa pasukan militer pemerintah pun kerap jadi sasaran serangan para militan muslim di Myanmar.
Sebelumnya, Pemerintah Malaysia mengkritik operasi militer Myanmar yang menewaskan puluhan warga Rohingya di negara itu sebagai upaya "pembersihan etnis Rohingya".
Pemerintah Malaysia melalui kementerian luar negerinya mengatakan bahwa hal itu harus dihentikan demi menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara. (The Guardian)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengungsi-rohingya_20161129_145519.jpg)