Pilpres Amerika Serikat

Donald Trump Pilih Menantu Sebagai Penasihat, Ivanka Trump Fokus Urus Keluarga

Putri presiden terpilih AS Donald Trump, Ivanka Trump, memilih untuk fokus ke keluarga usai ayahnya menunjuk suaminya sebagai penasihat Gedung Putih.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hasanudin Aco
Foto DailyWire
Ivanka Trump 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Putri presiden terpilih AS Donald Trump, Ivanka Trump, memilih untuk fokus ke keluarga usai ayahnya menunjuk suaminya sebagai penasihat Gedung Putih.

Donald Trump akhirnya memilih menantunya, Jared Kushner, sebagai penasihat senior Gedung Putih.

Keputusan penunjukan suami putri Donald Trump, Ivanka Trump, itu dikonfirmasi oleh tim transisi Donald Trump, Selasa (10/1/2017).

Ivanka Trump selama ini juga kerap dijadikan penasihat khusus oleh ayahnya.

Baca: Donald Trump Tunjuk Menantunya Jadi Penasihat Senior Gedung Putih

Namun, usai penunjukan Jared Kushner, Ivanka Trump mengatakan dirinya tidak akan mengambil peran apapun di pemerintahan ayahnya nanti.

Menurut Ivanka Trump, dirinya akan fokus saja ke keluarganya dan menata rumah tangga di tempat tinggal terbaru mereka, di Washington, AS.

Ivanka Trump juga akan mundur dari jabatannya di Trump Organization dan melepas diri dari bisnis ayahnya.

Tak hanya itu, bisnis fashion-nya juga akan ditinggalkan, demi mengikuti aturan hukum yang berlaku.

"Ivanka akan menarik dari dari keterlibatannya di bisnis Trump International Hotel Washington, termasuk bisnis-bisnis Ivanka lainnya," demikian laporan dari Vanity Fair.

Ini berbeda dari pemberitaan yang pernah didapatkan sebelumnya, yang mengatakan Ivanka Trump justru akan mendapatkan jabatan penting di pemerintahan baru AS.

Sejumlah sumber pernah menyatakan bahwa Ivanka Trump akan berkantor di kompleks Sayap Timur Gedung Putih.

Sayap Timur Gedung Putih biasanya menjadi tempat di mana Ibu Negara AS dan para stafnya berkantor.

Karena itu, Ivanka Trump disebut-sebut akan menempati posisi yang tugasnya tak kalah penting dari seorang ibu negara AS.

Kabar itu bahkan sempat menimbulkan pertanyaan soal adanya praktik nepotisme, lantaran presiden AS tak dapat mempekerjakan anggota keluarganya di ranah pemerintahan. (People/Reuters)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved