Dalam Sehari, Warga Amerika Kumpulkan Dana Rp 11 Miliar Bangun Masjid yang Terbakar

Warga negara Amerika Serikat (AS) bahu membahu mengumpulkan uang demi membantu pembangunan sebuah masjid habis terbakar di Texas, AS.

zoom-inlihat foto Dalam Sehari, Warga Amerika Kumpulkan Dana Rp 11 Miliar Bangun Masjid yang Terbakar
Independent
Sebuah masjid di Texas Amerika Serikat, Minggu (29/1/2017), dilalap api.

TRIBUNNEWS.COM, TEXAS - Warga negara Amerika Serikat (AS) bahu membahu mengumpulkan uang demi membantu pembangunan sebuah masjid habis terbakar di Texas, AS.

Terkumpul dana hingga Rp 11 miliar untuk membangun masjid yang baru.

Minggu (29/1/2017) lalu, sebuah masjid di daerah tersebut, Islamic Centre of Victoria, habis dilahap api.

Butuh waktu empat jam untuk bisa memadamkan api.

Baca: Penampilan Teroris Penembak di Masjid Quebec Kanada Setelah Tertangkap

Atas kejadian tersebut, warga setempat kemudian menggalang dana pembangunan ulang masjid tersebut melalui situs galang dana online GoFundMe.

Dalam sehari saja, upaya galang dana tersebut bisa mengumpulkan donasi sebesar 850 ribu dolar AS, alias sekitar Rp 11 miliar.

Seorang warga muslim AS yang menjadi inisiator penggalangan tersebut, Omar Rachid, merasa bersyukur atas dukungan "luar biasa" melalui donasi tersebut.

"Doa, rangkulan, uluran tangan, dan sumbangan dana ini menjadi contoh bagaimana semangat AS yang sejati itu," demikian kata Omar Rachid.

Pengurus Islamic Centre of Victoria, Shahid Hashmi, juga menyampaikan bahwa dirinya "sangat bersyukur" atas dukungan dan donasi yang diberikan.

Shahid Hashmi berharap kejadian yang melanda masjid tersebut bukanlah kejahatan yang dilatarbelakangi kebencian dan kurangnya toleransi dalam beragama.

Insiden kebakaran itu terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif terkait pembatasan pengungsi dan imigran ke AS.

Pembatasan dilakukan melalui larangan sementara bagi para pengungsi dan penangguhan visa bagi imigran dari sejumlah negara di Timur Tengah.

Larangan sementara untuk pengungsi dari negara manapun dikatakan akan berlaku selama beberapa bulan.

Sedangkan, untuk penangguhan visa akan berlaku untuk imigran dari sejumlah negara yang dianggap "berbahaya".

Negara-negara yang dimaksud adalah Suriah, Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman, negara-negara yang berpopulasi mayoritas muslim. (Independent).

Berita Populer
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved