Dosen Dipecat Gara-gara Meledek Mahasiswa Fukushima Jepang Terkena Radioaktif
Seorang dosen dipecat gara-gara meledek mahasiswa wanita dari Fukushima terkena radioaktif.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang dosen dipecat gara-gara meledek mahasiswa wanita dari Fukushima terkena radioaktif. Sang rektor pun akhirnya meminta maaf atas kasus tersebut.
"Kami minta maaf sedalamnya atas kejadian ini khususnya kepada mahasiswi yang bersangkutan dan masyarakat yang terkena bencana Jepang Timur 11 Maret 2011 lalu. Kami akan lebih disiplinkan diri agar kejadian serupa ini tidak berulang di masa datang," kata Vice President Universitas Kwansei Gakuin, Shoichi Ito, kepada pers.
Kejadian 3 tahun lalu di sebuah kelas bahasa Inggris Universitas tersebut yang berada di Nishinomiya, Perfektur Hyogo.
Seorang dosen asing tenaga kerja kontrak yang mengajar pelajaran bahasa Inggris mematikan lampu kelas lalu membisikkan kepada mahasiswinya dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris, "Saya kira bakal menyala terang karena anda terkena radioaktif," kata sang dosen.
Akibat kejadian itu sang dosen dipotong gajinya dan tidak lagi diperpanjang kontraknya.
"Saya minta maaf atas kejadian tersebut, mau minta maaf kepada siswi tersebut juga, sebenarnya hanya bercanda saja saat itu," kata sang dosen yang tak mau diungkapkan namanya.
Mahasiswa juga menjadi enggan masuk belajar setelah kejadian tersebut dan akhirnya komplain ke sekolahnya.
Baca: Sejak Oktober 2016 Kuburan Khusus Kaum LGBT Sudah Ada di Jepang
Saat ini dosen asing itu sudah tidak ada lagi di universitas tersebut, menurut seorang siswa sekolah itu.
"Kecelakaan nuklir ya tentu kita tak bisa berbuat apa-apa. Tapi bercanda seperti itu jelas tidak boleh, akan sangat menyakitkan hati orang yang bersangkutan. Kok ada ya orang seperti itu," kata Kawashima salah seorang murid sekolah tersebut kepada Tribunnews.com, Rabu (22/2/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-kwansei-gakuin-di-perfektur-hyogo-jepang_20170222_094619.jpg)