Selasa, 14 April 2026

Ivanka Trump diangkat menjadi asisten Presiden Amerika Serikat

Walau akan resmi tercatat sebagai pegawai, Ivanka Trump tidak akan mendapat gaji untuk tugasnya sebagai asisten ayahnya, Presiden Trump.

Ivanka
EPA
Ivanka Trump (dua dari kanan) mengatakan bahwa ia telah 'bekerja dengan itikad baik'.

Ivanka Trump secara resmi masuk ke dalam struktur pemerintahan Amerika Serikat sebagai asisten ayahnya, Presiden Donald Trump setelah sebelumnya hanya ingin mempunyai kapasitas informal.

Dalam pernyataannya, Gedung Putih mengatakan 'senang bahwa Ivanka Trump menempuh langkah ini dalam perannya sebagai putri negara'.

Ditambahkan bahwa putri Presiden Trump tersebut tidak akan menerima gaji walaupun secara resmi tercatat sebagai pegawai.

Ivanka
AFP
Ivanka turut menghadiri pertemuan dengan para pemimpin dunia, termasuk PM Kanada Justin Trudeau.

Dengan resmi menjadi asisten presiden, maka Ivanka tunduk pada tekanan dari kalangan ahli etika terkait dengan rencana semula bahwa ia hanya akan berperan dengan kapasitas informal.

Menanggapi peran resminya, Ivanka mengatakan ia telah 'bekerja dengan itikad baik dengan Dewan Gedung Putih dan pengacara pribadi untuk menangani peran saya yang belum pernah terjadi sebelumnya'.

Dikatakan oleh Ivanka Trump, 35, bahwa ia telah mendengar sebagian orang menyatakan kekhawatiran terkait dengan perannya memberikan nasihat kepada presiden dalam kapasitas pribadi.

Kalangan kritikus mengatakan peran Ivanka Trump harus dibuat resmi sehingga ia terikat oleh peraturan yang mengatur tentang transparansi dan standar etika sebagai pegawai pemerintah federal, termauk undang-undang yang melarang konflik kepentingan.

Ivanka dan Angela
EPA
Dalam lawatan Angela Merkel ke Amerika Serikat dua minggu lalu, Ivanka Trump duduk berdampingan dengan kanselir Jerman itu.

Pengacaranya, Jamie Gorelick, mengatakan Ivanka akan menyerahkan laporan keuangan dan akan mematuhi berbagai peraturan etika yang berlaku resmi.

Suami Ivanka, Jared Kushner, sudah ditunjuk sebagai penasihat senior Presiden Donald Trump.

Penasihat etika mantan Presiden Barack Obama, Norman Eisen, mengatakan bahwa Gedung Putih 'akhirnya sadar setelah sebelumnya diwarnai bencana etika', lapor kantor berita Associated Press.

"Mari berharap perubahan ini tidak hanya berupa pengecualian akal sehat sekali waktu saja," tambahnya

Sumber: BBC Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved