Dilarang Tangkap Lumba-lumba, Tiga Akuarium Jepang Ke luar dari Keanggotaan JAZA

Sangat disayangkan JAZA tidak konsisten dan tidak sejalan dengan Akuarium kami yang berusaha untuk mengembangkan pembiakan ikan lumba-lumba

Dilarang Tangkap Lumba-lumba, Tiga Akuarium Jepang Ke luar dari Keanggotaan JAZA
AP
Teluk Taiji di perfektur Wakayama Jepang yang pernah ada kasus pembunuhan massal ikan lumba-lumba. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tiga akuarium besar Jepang dan satu museum ikan paus di Taiji Perfektur Wakayama, ke luar dari keanggotaan Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium Jepang (JAZA) karena para anggota tersebut dilarang menangkap ikan lumba-lumba lagi.

"Sangat disayangkan JAZA tidak konsisten dan tidak sejalan dengan Akuarium kami yang berusaha untuk mengembangkan pembiakan ikan lumba-lumba secara stabil dan di masa depan kemungkinan akan ada hambatan yang kami hadapi hal ini," papar Toshiaki Ishibashi, Direktur akuarium Shimonoseki Perfektur Yamaguchi yang mengundurkan diri dari JAZA.

Sekjen JAZA, Kazunori Okada menanggapi, "Sangat disayangkan banyak yang ke luar dari asosiasi. Ayolah kita kembangkan perikanan ini tanpa perlu menangkap ikan lumba-lumba," tekannya.

Selain akuarium Shimonoseki, juga akuarium di Enoshima Perfektur Kanagawa, juga akuarium di Numazu Perfektur Shizuoka, maupun Museum Ikan Paus di kota Taiji mengundurkan diri dari keanggotaan JAZA.

Sangen Kazutaka (63), Kepala kota Taiji meneghaskan, "Penangkapan ikan paus itu legal sesuai ketentuan dan ijin dari Gubernur Wakayama. Jadi bila ada yang mau beli lumba-lumba silakan saja kami terima dengan baik," paparnya.

Sumber Tribunnews.com mengungkapkan Senin ini (3/4/2017) bahwa JAZA mendapat tekanan kuat dari Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium dunia (WAZA) yang sempat membatalkan keanggotaan JAZA bulan April 2016 karena tidak ikut permintaan WAZA agar melarang anggota JAZA agar tidak melakukan penangkapan lumba-luma terutama di Taiji.

Setelah JAZA mengikuti keinginan WAZA barulah JAZA diterima kembali di WAZA tetapi akibatnya banyak anggota JAZA mengeluarkan diri dari keanggotaan JAZA tersebut.

Penangkapan ikan lumba-lumba saat ini dengan maksud untuk penelitian khususnya mengetahui cara pembiakan yang terbaik dari ikan lumba-lumba di samping juga pembelian lumba-lumba untuk menggantikan lumba-lumba yang telah tua dipakai dalam berbagai pertunjukan kegiatan di dalam akuarium besar Jepang tersebut.

Apabila tidak bisa ditangkap dan tak bisa dibeli lumba-lumba yang ada, pihak akuarium merasa kesusahan tidak bisa melakukan regenerasi. Itulah sebabnya mereka mengeluarkan diri, sehingga bisa tetap bebas membeli lumba-lumba baru karena Kepala Kota Taiji, lokasi terbanyak lumba-lumba di Jepang tetap memperkenankan penangkapan dan pembelian lumba-lumba tersebut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved