Setelah Karyawan Barunya Bunuh Diri, CEO Dentsu Anggap SDM Aset Luar Biasa

Namun Yamamoto berusaha meyakinkan karyawan baru itu pagi ini, agar mereka dapat bekerja sebaik mungkin

Setelah Karyawan Barunya Bunuh Diri, CEO Dentsu Anggap SDM Aset Luar Biasa
Richard Susilo
Kannan Shuusaku, Kepala Humas Dentsu, Inc. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Setelah karyawan baru Dentsu Inc., Matsuri Takahashi 25 Desember 2015 bunuh diri di rumahnya, kini CEO Dentsu menyatakan Sumber daya Manusia (SDM) merupakan aset yang luar biasa.

"Aset yang luar biasa Dentsu adalah sumber daya manusianya," papar Presiden Dentsu, Toshihiro Yamamoto, yang mulai bekerja sebagai Presiden Baru Dentsu Januari lalu, dalam upacara menyambut 145 karyawan baru Dentsu Senin ini (3/4/2017).

Menurutnya, dirinya menyadari bukan hanya sang karyawan baru tetapi juga keluarganya mungkin akan bertanya kepadanya mengenai keadaan di perusahaan Dentsu setelah kasus bunuh diri karyawan baru Dentsu Takahashi tersebut.

Namun Yamamoto berusaha meyakinkan karyawan baru itu pagi ini, agar mereka dapat bekerja sebaik mungkin dan pihak perusahaan pasti akan berusaha menjaganya dengan sebaik mungkin pula.

"Kita tidak akan membuat anda bekerja melebihi waktu kerja tidak akan lebih dari 45 jam sebulan bagi karyawan baru dan kita akan menjaga lingkungan pekerjaan dengan sebaik mungkin di mana kami juga menyiapkan para senior akan ikut membimbing dnegan baik yang muda," katanya.

Bimbingan kerjasama dan diskusi akan dilakukan selama training sebagai karyawan baru, ungkapnya lagi yang dibenarkan Kannan Shuusaku, Kepala Humas Dentsu Senin ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved