Breaking News:

Membuat Kulit Kue Jepang Saja Per Hari Penghasilannya Rp10 Juta

Satu kulit monaka dijual biasanya 28 yen berarti produksi 3000 buah per hari dengan penghasilan skeitar 84.000 yen

Richard Susilo
Tsuneo Marui (67) generasi kedua Marui Shoten (duduk), dan putera keduanya Ryuhei, 35, (berdiri) dan kulit monaka yang dibuatnya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tiap hari memproduksi sekitar 3000 kulit monaka (kue tradisional Jepang yang manis) untuk umumnya daerah Kanto (Tokyo dan sekitarnya), 90%, meskipun ada pula pesanan dari daerah lain seluruh tempat di Jepang.

"Hari ini mungkin paling sedikit 3000 kulit. Minggu saja libur. Paling sibuk bulan Desember karena penutupan tahun dan persiapan tahun baru," papar Ryuhei Marui (35) generasi ketiga Marui Shoten khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (5/4/2017).

Satu kulit monaka dijual biasanya 28 yen berarti produksi 3000 buah per hari dengan penghasilan skeitar 84.000 yen per hari atau sekitar Rp.10 Juta per hari. Berarti penghasilan sekitar Rp250 juta per bulan.

"Ya cukup saja penghasilan untuk makan sehari-hari bagi keluarga ya," papar Tsuneo Marui CEO Marui Shoten, ayah Ryuhei.

Tentu saja apabila banyak pesanan dari toko kue monaka, harganya bisa lebih murah lagi, di samping juga desain atau bentuk kulit monaka juga berbeda atau pesanan khusus sesuai keinginan sang pemilik toko.

"Kalau bentuk kulit monaka pesanan khusus dari toko tertentu, maka hanya boleh toko tersebut saja yang menjualnya, kita tak bisa menjualnya," jelas Tsuneo.

Namun kalau buatan sendiri tentu siapa pun boleh saja membelinya dan terutama dijual di tokonya.

Bekerja tiap hari biasanya antara jam 9 sampai dnegan jam 13.00 membuat kulit tersebut lalu menjualnya di tokonya yang ada di depan ruangan pembuatan kulit monaka.

"Kalau Desember yang sangat penuh pesanan biasanya bisa sampai tiga kali lipat ya sekitar 10 jam kerja membuat kulit monaka ini dan kita membuatnya berdua anak, Ryuhei," tambah Tsuneo lagi.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved