Ancaman Bom Gas Beracun Sarin, Batalkan Dua Balap Perahu di Jepang

Polisi telah mengusut tersangka yang menggunakan telepon umum berkali-kali mengancam

Ancaman Bom Gas Beracun Sarin, Batalkan Dua Balap Perahu di Jepang
Richard Susilo
Marugame Boat Race di perfektur kagawa Jepang terpaksa dibatalkan ada ancaman bom gas beracun Sarin 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang tersangka pengangguran, Seiichi Tatai (54) ditangkap polisi kemarin (7/4/2017) karena terbukti melakukan ancaman pengeboman gas beracun Sarin di dua tempat perlombaan balap perahu di Jepang.

"Polisi telah mengusut tersangka yang menggunakan telepon umum berkali-kali mengancam panitia lomba untuk menghentikan lomba balap perahu baik di Kagawa maupun di Tokushima," papar sumber Tribunnews.com Sabtu ini (8/4/2017).

Pada perlombaan perahu balap di Marugame perfektur Kagawa tanggal 6 April lalu Tatai mengancam lewat telepon akan mengebom pakai gas beracun Sarin ke arena balap tersebut sehingga perlombaan dibatalkan.

Ancaman orang yang sama juga lewat telpon ke panitia perlombaan di kota Naruto di perfektur Tokushima sehingga lomba balap perahu juga dibatalkan.

Setelah polisi mengusut telepon umum tersebut ditemukanlah sumbernya dan berhasil menangkap di Chofu Tokyo sang penelpon gelap yang melakukan ancaman pengeboman gas beracun.

Alasan penelpon itu mengancam pengeboman karena dia tidak senang dengan atlet balap perabu tersebut dan memintanya mengundurkan diri.

Ancaman sebenarnya telah dilakukan tanggal 5 April dan 6 April lalu sehingga polisi berhasil mengusutnya secara cepat lewat jalur telepon umum yang digunakannya direkam oleh panitia yang bersangkutan setelah dilaporkan ke polisi.

Penelpon gelap itu akhirnya mengakui ancamannya dan alasannya secara terus terang kepada polisi.

Pada saat ancaman diterima, panitia lomba balap perahu motor segera mengevakuasi semua penonton termnasuk para stafnya juga sehingga perlombaan di kedua tempat harus dibatalkan tanggal 5 dan 6 April lalu.

Polisi menduga ada unsur pemerasan di dalam kasus ini dan masih menyelidiki lebih lanjut termasuk kemungkinan kaitan dengan mafia Jepang (yakuza).

Info lengkap yakuza dapat dilihat di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved