Perayaan Hari Raya Nyepi di Tokyo Jepang, Tak Ada Ogoh-ogoh, Makanan Dibawa Sendiri

Perayaan Hari Raya Nyepi tahun caka 1939 di Tokyo Jepang berlangsung lancar dan hikmat.

Perayaan Hari Raya Nyepi di Tokyo Jepang, Tak Ada Ogoh-ogoh, Makanan Dibawa Sendiri
Istimewa
Warga Hindu di Jepang berkumpul di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) merayakan Nyepi bersama dengan kompak. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perayaan Hari Raya Nyepi tahun caka 1939 di Tokyo Jepang berlangsung lancar dan hikmat.

"Tema Hari Raya Nyepi tahun ini yaitu paras paros di tanah rantau," ungkap I Ketut Suarjana, salah seorang panitia kepada Tribunnews.com, Minggu (9/4/2017).

Peringatan Hari Raya Nyepi diperingati setiap tahun sekali dan biasanya jatuh pada bulan Maret.

"Peringatan Nyepi di Jepang hanya dirayakan dengan persembahyangan bersama, konsumsi makanan dengan gotong royong bersama dan dialog antar anggota," tambahnya.

Ada yang menarik saat perayaan Hari Raya Nyepi di Tokyo, yaitu makanan dibawa oleh masing-masing peserta kemudian di tempat sembahyang dikumpulkan terlebih dulu.

"Ada yang membawa nasi putih, lawar, sate lilit, kuwah balung, sambal pedas dan air alias swadaya dan tidak minta sumbangan dari instansi manapun. Benar-benar salut kita semua senang dan bangga akan kebersamaan ini," kata Ketut Suarjana.

Lain dengan di Bali, peringatan Hari Raya Nyepi di Jepang tidak ada ogoh-ogoh dan mengadakan berata penyepian yaitu amati karya, amati geni, amati lelunguan seperti halnya umat Hindu di Bali.

"Hal itu dikarenakan situasi dan kondisi tidak memungkinkan," tambahnya.

Peringatan Hari Raya Nyepi tahun 2017 ini lumayan banyak yang hadir walaupun cuaca buruk yaitu hujan gerimis dari pagi sampai sore, tapi itu tidak menjadi halangan.

"Karena tekat dan kemauan kuat untuk merayakannya, di samping sembahyang nya diadakan di dalam gedung Balai Republik Indonesia di daerah Meguro Tokyo Jepang," kata dia.

"Mudah mudahan peringatan hari Raya nyepi untuk tahun depan akan lebih banyak dihadiri oleh warga Bali yang ada di Tokyo dan sekitarnya. Salam rahayu dan damai selalu di perantauan om canti, canti, canti om," tambah I Ketut Suarjana. 

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved