Menteri Susi Memukau Masyarakat Indonesia di Jepang

Menurut Susi Indonesia punya banyak tantangan besar karena siapa pun di dunia banyak yang lewat Indonesia.

Menteri Susi Memukau Masyarakat Indonesia di Jepang
Richard Susilo
Menteri kelautan dan perikanan Indonesia (kanan) bersama wakil duta besar Indonesia (kiri). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sambutan masyarakat Indonesia di Jepang luar biasa hangat terhadap kunjungan Menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia DR (Hon) Susi Pudjiastuti malam ini (12/4/2017) di sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

"Maaf kalian menunggu saya karena saya kelaparan tadi makan bakmi dan bakso enak sekali," papar Susi disambut tawa sekitar 300 warga Indonesia di Jepang.

Pertemuan dengan masyarakat Indonesia malam ini sangat populer kedua setelah kunjungan Presiden Jokowi.

"Yang saya tahu pertemuan kali ini penuh sekali dan kayaknya terpenuh kedua setelah kedatangan Presiden Jokowi di masa lalu," papar Ben Perkasa wakil duta besar Indonesia di Jepang yang memberikan sambutan awal.

Menurut Susi Indonesia punya banyak tantangan besar karena siapa pun di dunia banyak yang lewat Indonesia.

"Akibat nya rentan berbagai penyelundupan apa pun termasuk manusia dan segala benda terlarang. Tantangan kita semua," tekannya.

Kegiatan ilegal di Indonesia sudah berjalan sejak 20 tahun lalu.

"Amanah UU kita boleh ditenggelamkan. Persoalan merajalela setelah melegalkan kapal asing pakai bendera asing boleh masuk Indonesia ada sedikitnya 10.000 kapal asing keliling Indonesia. Lalu KBRI di Vietnam dapat surat dari Vietnam agar 1928 kapal di laut Natuna. Bayangkan negara kecil saja punya 1928 kapal masuk Indonesia. Bukti banyak sekali kapal asing mencuri ikan di indonesia. Barulah banyak orang sadar banyak kapal asing masuk Indonesia mencuri ikan kita."

Itu sebabnya Susi mengakui memanggil 60 an duta besar mensosislisasikan kepada negara asing bahwa Indonesia akan tenggelam kan kapal asing yang mencuri ikan.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved