Pemda Nerimaku Tokyo Jepang Pakai Aplikasi Mudahkan Warganya Melapor

Biaya pembuatan aplikasi sekitar 3 juta yen dan tiap bulan biaya perawatan server dan database sekitar 180.000 yen untuk aplikasi tersebut.

Pemda Nerimaku Tokyo Jepang Pakai Aplikasi Mudahkan Warganya Melapor
Richard Susilo
Nobuo Ishimori Kepala Humas Pemda Nerimaku Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Warga Nerimaku Tokyo sejak 1 Oktober 2016 menggunakan aplikasi khusus yang bisa di unduh gratis, bernama Nerirepo, yang bisa melaporkan apapun kejadian di sekitarnya di dalam pemda Nerimaku, terutama apabila melihat kerusakan di wilayahnya.

"Biaya pembuatan aplikasi sekitar 3 juta yen dan tiap bulan biaya perawatan server dan database sekitar 180.000 yen untuk aplikasi tersebut," papar Nobuo Ishimori khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (19/4/2017).

Jumlah warga semakin banyak yang menggunakan dan melaporkan segala hal di sekitarnya mulai kerusakan jalan, kerusakan peralatan di taman tempat bermain umum dan sebagainya.

"Kalau bahasa lain belum ada belum kami pikirkan karena memang masih baru aplikasi ini, kita lihat nantinya di masa depan bagaimana. Tetapi bukan berarti apabila ada masyarakat melaporkan bahasa Inggris kita diam, tidak benar. Perlu waktu dulu untuk menerjemahkan karena saya tak mengerti Inggris, jadi tanggapannya mungkin akan lama dibandingkan pakai bahasa Jepang pelaporannya."

Dengan aplikasi khusus tersebut, warga yang melapor dengan mudah mengirimkan foto yang dilaporkan, tulisan keterangan serta lokasi tepat dari yang dilaporkan sehingga begitu diterima pihak pemda Nerimaku dapat segera mengantisipasinya dengan cepat.

Diharapkan dengan aplikasi pelaporan langsung tersebut Nerimaku dapat semakin tanggap dalam menghadapi berbagai laporan dan semakin memuaskan warganya, harapnya lebih lanjut.

Untuk menggunakan aplikasi tersebut, diharuskan mengisi formulir dulu dengan data lengkap si pengguna seperti nama, alamat di Nerimaku, telepon dan sebagainya sehingga dapat diseleksi dengan baik penggunaannya.

"Kalau soal data pribadi kami bisa menjamin dengan baik, disimpan rahasia. Demikian pula sekuriti internet dilakukan berlapis-lapis sehingga sulit di hacked," tekannya lagi dengan yakin.

Penggunaan aplikasi laporan langsung warga ini bukan pertama kali di Kanto (Tokyo dan sekitarnya). Tahun lalu Perfektur Chiba di Kanto juga telah menggunakan aplikasi serupa.

"Tetapi perusahaan pembuat sama sekali berbeda dengan kita punya," ungkapnya lagi.

Pemda Nerimasujuga melakukan festifal pertukaran budaya internasional setiap bulan November setiap tahun, "Di sana semua warga termasuk orang asing saling berkenalan satu sama lain sambil bersuka cita di festival tersebut," tambahnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved