Jumat, 23 Januari 2026

Pemilu Perancis Ternyata Masih Diwarnai Isu SARA

Marine Le Pen, satu dari lima kandidat terkuat, merupakan calon perempuan satu-satunya yang dinilai membawa jargon anti Muslim dan anti imigran.

Editor: Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena anti imigran dan anti Muslim tengah menjamur di Eropa, termasuk di Perancis, yang menggelar pemilihan presiden, Minggu 23 April, waktu setempat.

Marine Le Pen, satu dari lima kandidat terkuat, merupakan calon perempuan satu-satunya yang dinilai membawa jargon anti Muslim dan anti imigran. 

Satu pernyataan kontroversialnya menyebut burkini, baju renang perempuan Muslim, sebagai ancaman terhadap tradisi sekularisme di Perancis.

Penembakan polisi di Champ Elysees, pusat Kota Paris, Kamis lalu, dinilai memperkuat elektabilitasnya.(*)

Sumber: Kompas TV
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved