Kebebasan Pers Indonesia Meningkat Lebih Baik Dibandingkan 2016

Peringkat Indonesia saat ini berada di level 124 sedangkan tahun lalu di tingkat 130.

Kebebasan Pers Indonesia Meningkat Lebih Baik Dibandingkan 2016
Richard Susilo
Situs Reporters Without Borders 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kebebasan pers Indonesia dianggap lebih baik saat ini, meningkat 6 peringkat ketimbang tahun 2016. Sedangkan dari nilai global menurun 1,79 dibandingkan tahun 2016.

"Presiden Joko Widodo belum menepati janjinya. Kepresidenannya terus ditandai dengan pelanggaran kebebasan media yang serius, termasuk kurangnya akses media ke Papua Barat (bagian Indonesia dari pulau New Guinea)," tulis laporan Reporters Without Borders (RWB) yang dikeluarkan kemarin (26/4/2017).

Peringkat Indonesia saat ini berada di level 124 sedangkan tahun lalu di tingkat 130.

Sedangkan nilai global tahun lalu di angka 41,72 dan kini 39,93.

Meskipun kebebasan pers semakin baik namun RWB tetap menekankan adanya kekerasan terhadap wartawan Indonesia.

"Kekerasan terhadap wartawan lokal terus berkembang. Wartawan asing dan pemecah masalah lokal bertanggung jawab untuk ditangkap dan diadili jika mereka mencoba mendokumentasikan pelanggaran militer Indonesia di sana."

Aliansi Jurnalis Independen yang berbasis di Jakarta melaporkan, intimidasi dan bahkan kekerasan oleh militer terhadap wartawan yang menutupi pelecehan mereka tidak terbatas pada Papua Barat.

"Kelompok agama radikal juga menimbulkan ancaman terhadap hak untuk memberi informasi. Banyak wartawan mengatakan bahwa mereka menyensor diri mereka sendiri karena ancaman dari hukum anti-hujatan dan Hukum Transaksi Elektronik dan Informasi," tulisan laporan RWB lagi.

Di dunia tahun lalu (2016) menurut catatan RWB ada 8 wartawan meninggal dibunuh saat menjalankan tugasnya. Sedangkan Netizen ada 2 orang juga dibunuh. Sedangkan asisten media ada satu orang yang dibunuh.

Sedangkan yang dipenjara tahun 2016 wartawan penerbitan ada 193 orang masuk penjara plus 166 Netizen juga masuk penjara. Lalu 10 orang asisten media juga ikut dimasukkan ke penjara.

Kebebasan pers terbaik ada di Norwegia dengan nilai global hanya 7,60. Sedangkan Jepang berada di peringkat ke-72 (tak ada perubahan ranking).

Tetapi nilai global 29,44 yang berarti memburuk 0,77 dan menyalahkan PM Jepang Shinzo Abe yang membuat takut wartawan akan kebebasannya, terutama setelah ke luar UU Proteksi Kerahasiaan Negara.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved