Pembabatan Hutan di Borneo Sembarangan untuk Memasok Kayu Olimpiade 2020 Jepang

Data kami memperlihatkan mereka membabat hutan sembarangan saja di Sarawak Borneo seluas 40 lapangan sepakbola

Pembabatan Hutan di Borneo Sembarangan untuk Memasok Kayu Olimpiade 2020 Jepang
Richard Susilo
Hana Heineken dari Rainforest Action Network 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kebutuhan banyak kayu untuk Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang ternyata banyak mengambil kayu babatan sembarangan dari Borneo khususnya oleh perusahaan malaysia, Shin Yang, ungkap Hana Heineken dari Rainforest Action Network siang ini (27/4/2017).

"Data kami memperlihatkan mereka membabat hutan sembarangan saja di Sarawak Borneo seluas 40 lapangan sepakbola dan kayunya dipasok untuk Jepang tampaknya," papar Hana dalam jumpa pers siang ini.

Kalau perusahaan dari Eropa Amerika biasanya mencari tahu sumber kayu dan bagaimana cara pengambilan kayu tersebut.

"Jadi kalau main potong sembarangan biasanya mereka tidak mau mengimpor kayu. Tetapi kalau Jepang biasanya hanya melihat murah saja, menguntungkan, bisa mengimpor ke Jepang. Memang Jepang agak terlambat dalam hal ini soal origin kayu yang bersangkutan tampaknya," paparnya lagi.

Olehkarena itu hana berharap keterlambatan itu dapat diperbaiki dan hubungan jaringan pasokan penjual pembeli dapat berubah dengan lebih baik lagi di masa depan.

Kayu-kayu potongan tersebut berasal dari Shin Yang, perusahaan Malaysia yang (dimiliki keturunan China Malaysia), di klaim organisasi lingkungan hidup Hana bahwa Perusahaan itu telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pembalakan liar.

"Kami berharap Jepang dapat memperhatikan ini dan tidak membeli kayu dari tempat pembalakan liar seperti itu," harapnya lagi lebih lanjut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved