Kebun Megawati, Tanda Terima Kasih Warga Jeju untuk Indonesia

Presiden ke-5 RI meresmikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri di Seigeipo, tengah-tengah pulau Jeju.

Kebun Megawati, Tanda Terima Kasih Warga Jeju untuk Indonesia
Dokumentasi M Aji Surya, Minister Counsellor KBRI Seoul
Presiden ke-5 RI meresmikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri di Seigeipo, tengah-tengah pulau Jeju. Inilah kado indah warga Jeju kepada Indonesia menjelang peringatan hari kesaktian Pancasila. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPresiden ke-5 RI meresmikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri di Seigeipo, tengah-tengah pulau Jeju. Inilah kado indah warga Jeju kepada Indonesia menjelang peringatan hari kesaktian Pancasila.

Dikeililingi hutan yang cukup lebat, Kebun Raya Megawati diresmikan pada Rabu (31/5/2017). Megawati bersama pemilik lahan Kim Sung Soo, Dubes Umar Hadi, Rokhmin Dahuri dan beberapa petinggi Propinsi Jeju menarik tali pembukaan taman sambil melepas tawa ceria. Penantian panjang selama 4 tahun terpenuhi sudah.

M Aji Surya, Minister Counsellor KBRI Seoul, dalam keterangannya mengatakan Kebun Megawati Soekarnoputri seluas 100 ribu meter persegi ini berada dalam sebuah lingkungan resor kesehatan 240 ribu meter persegi.

Dengan kontur tanah semi pegunungan ini, Kebun Raya Megawati terdiri dari lapangan terbuka, jalan setapak dan hutan buatan. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah pohon yang berbunga merah putih yang ditanam Megawati pada Maret 2013 silam bersama manntan Menteri Kelautan, Rokhmin Dahuri.

Ketika pagi datang, kabut tipis menyelimuti area Megawati Garden dan sekitarnya dengan suhu yang relatif dingin. Sedangkan di siang hari, terasa kehangatan matahari yang tidak terlalu menyentak sehingga sangat cocok untuk jalan-jalan dan tracking warga segala umur. Adapun malam-malamnya mengesankan layaknya hutan lebat dengan suara-suara yang klasik.

Jangan lupa, di kebun raya Megawati ini masih sering ditemui berbagai binatang khususnya ayam-ayam liar. Mereka datang dan pergi tanpa ada yang menggangu. Banyak burung bebas berkicau dengan kemerduan suaranya yang bisa dinikmayi di setiap waktu.

Yang sangat unik lagi, berdekatan dengan Megawati Garden terdapat hotel eksklusif bintang lima, WE Hotel. Inilah mungkin satu-satunya resor kesehatan di Korea yang menggabungkan antara hotel, rumah sakit dan alam. Sebuah konsep simbio mutualisme atau perpaduan apik dan ciamik. Tidak ada kebisingan sama sekali. Maklumlah, jarak tempat ini dengan Jeju city relatif jauh, kisaran 15 km.

"Terima kasih ibu Megawati atas ide brilian dan dukungan yang atas konsep hotel dan lingkungannya," ujar Kim Sung Soo dengan tegas.

Dalam pidatonya, Megawati mengaku kaget dan terhormat atas penamaan kebun raya ini. Menurutnya, semua ini terjadi karena antara dirinya dan Kim Sung Soo terdapat hobby yang sama, yakni mencintai alam dan tumbuh-tumbuhan.

"Saya selalu memotivasi untuk pembangunan kebun raya, karena akan menjadi sarana rekreasi, pendidikan, riset, dan pertumbuhan plasma nutfah. Dahulu Indonesia hanya punya 5 kebun raya, namun saat ini sudah ada 32 buah," kata Megawati.

Megawati juga mengingatkan adanya global warming maka banyak hutan yang mudah rusak dan tanaman jadi mati. Semua pihak diharapkan untuk ikut serta menyelamatkan bumi dan isinya.

Menurut pemilik lahan yang juga merupakan salah satu orang terkaya di pulau perdamaian Jeju, Kim Sung Soo, Megawati garden adalah sebuah simbol keakraban dan penghargaan bangsa Korea terhadap Indonesia.

"Pada saat Korea Selatan dalam keadaan sulit di masa lalu, Pemerintah Indonesia dibawah Presiden Soekarno memberikan bantuan. Kita tidak akan lupakan itu. Kebun raya ini saya harap menjadi simbol hubungan yang saling mengisi antara kedua bangsa," ujar dokter bedah dan pemilik Rumah sakit terbesar di Jeju ini.

Megawati datang pertama kali ke kebun ini pada tahun 2013 atas undangan Kim Sung Soo. Saat itu Mega sangat tertarik dengan konsep taman yang penuh dengan bunga dan aneka tetumbuhan yang sangat lebat.

Megawati juga kemudian memberikan banyak masukan atas konsep lingkungan yang sedang dibangun. Bahkan, saat itu Megawati ingin sekali memiliki atau membangun kebun semisal di Indonesia.

Melihat ketertarikan yang begitu tinggi, Kim Sung Soo yang tahu betul bagaimana hubungan Korea Selatan - Indonesia dari waktu ke waktu langsung setuju menamai kebun raya tersebut dengan nama Megawati Garden atau Megawati Jongwon.

Peresmiannya telah direncanakan beberapa kali namun belum menemukan momentum yang tepat.

Bagi Kim sendiri, Megawati adalah sosok politikus tangguh dan salah satu pendekar demokrasi. Pertemuan mereka berdua beberapa kali setelah tahun 2013 itu memberikan tambahan keyakinan bahwa Megawati adalah juga seorang yang suka menebar perdamaian dan pecinta lingkungan hidup.

"Secara pribadi, saya dapat katakan bahwa Megawati adalah sosok teduh dan hangat, bagaikan kakak perempuan saya," imbuh Kim Sung Soo.

Kim Sung Soo yang juga pemilik Halla University dan Halla Hospital di Jeju ini sangat berharap kiranya konsep perdamaian Soekarno yang antara lain tertuang dalam Pancasila itu dapat terus berkembang dan menginspirasi dunia. Jeju sendiri telah dinyatakan sebagai pulau perdamaian.

"Pohon Korea yang ditanam ibu Megawati 3 tahun lalu kini semakin besar dan hijau. Semoga hubungan Indonesia - Korea Selatan juga tumbuh seiring makin subur dan dewasanya pohon tersebut," ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati sempat menggarisbawahi tentang momen penting lahirnya Pancasila (1 Juni 1945). Pidato Bung Karno tentang Pancasila dan keputusan BPUPKI secara aklamasi saat itu, telah menjadi cikal bakal kemerdekaan dan memperkokoh kebangsaan Indonesia. Konsep Pancasila rencananya akan diangkat kembali oleh Megawati dalam Jeju Forum yang akan dihelat pada 1 Juni 2017.

M Aji Surya dari KBRI Seoul menjelaskan pembukaan Kebun Raya Megawati disemarakkan dengan tarian dan musik tradisional khas Jeju. Suara seruling dan bedug terdengar nyaring dan bersih mengiringi lagu Arirang tanpa terusik oleh suara kebisingan peralatan modern. Megawati Garden diharapkan dapat makin berkembang dari waktu ke waktu.

Penulis: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved