Konflik Seputar Anggaran Olimpiade 2020 Jepang Berakhir, Panitia Fokus pada Persiapan
Masalah anggaran dengan pihak pemerintah daerah di luar Tokyo telah dipecahkan bersama.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masalah anggaran dengan pihak pemerintah daerah di luar Tokyo telah dipecahkan bersama belum lama ini dan kini tinggal fokus ke berbagai persiapan Olimpiade Tokyo 2020.
"Permasalahan pembagian beban anggaran Olimpiade 2020 telah selesai beberapa waktu lalu antara pihak Pemerintah Pusat, pemda Tokyo dan pemda luar Tokyo," ungkap Dirjen/CEO Panitia Olimpiade Tokyo 2020 yang juga Chairman Daiwa Institute of Research, Toshiro Muto dalam jumpa pers, Rabu (19/7/2017).
24 Mei lalu pemda di luar Tokyo bersitegang karena harus menanggung beban anggaran tersebut. Namun dengan pembahasan bersama tiga pihak, pemda non Tokyo (Chiba dan Kanagawa), pemda Tokyo dan pemerintah pusat akhir Mei lalu akhirnya masalah itu terselesaikan.
"Anggaran Olimpiade 1,385 triliun yen dan 600 juta yen akan ditanggung oleh pemda non Tokyo. Sedangkan sisanya akan ditanggung pemerintah pusat bersama pemda Tokyo," kata Muto menjelaskan.
Meskipun demikian sesuai saran dari pihak IOC (Komisi Olimpiade Internasional), anggaran tersebut kalau bisa dikecilkan lagi.
"Kita akan lihat kemungkinan mengecilkan anggaran atau memotong biaya-biaya lain yang mungkin bisa dilakukan," lanjutnya.
Jumlah olahraga baru yang ditambahka dalam Olimpiade 2020 tersebut ada 15 cabang olahraga baru dan penyelenggaraan 40 persen di luar Tokyo.
"Menarik mungkin semua materi metal untuk digunakan selama proyek Olimpiade 2020 diusahakan dari materi bekas lalu di daur ulang. Oleh karena itu sejak April lalu kita sudah tentukan 3.000 lokasi tempat pengumpulan materi metal bekas seperti ponsel yang bekas dibuang, alat elektronik serta alat rumah tangga yang dibuang, dikumpulkan, di daur ulang dipakai sebagai materi pembangunan persiapan Olimpiade 2020," kata dia.
Kemudian antara 1 hingga 14 Agustus akan dibuka pendaftaran bagi pembuatan Maskot Olimpiade 2020.
"Semua warga Jepang dan warga asing yang punya Zairyu Card (semacam KTP Jepang) boleh ikut dalam kompetisi pembuatan Maskot Olimpiade 2020 tersebut," lanjutnya.
Setelah terkumpul nanti ada 3 atau 4 yang jadi finalis dan dibawa ke berbagai sekolah dasar (SD) di Tokyo termasuk sekolah internasional yang ada di Tokyo.
"Biar anak-anak SD yang memilih maskot tersebut karena kami percaya mereka akan pilih yang terbaik dan memang kita ingin pentingkan sekali anak-anak itu sebagai penilai atau juri sehingga merasa terlibat di dalam proses Olimpiade 2020 ini," ujarnya.
Acara festival musim panas panitia Olimpiade untuk menyemarakkan acara olahraga tersebut juga sedang dipersiapkan.
"Pihak kedutaan asing di Jepang nantinya juga akan kita libatkan dan undang supaya semakin semarak persiapan Olimpiade 2020 mendatang," katanya.
Selain itu Panitia Olimpiade juga telah merencanakan sampai detil berbagai persiapan untuk antisipasi darurat mulai dari gempa bumi, bencana alam hingga seandainya ada teror dapat cepat diantisipasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dirjenceo-panitia-olimpiade-tokyo-2020-toshiro-muto_20170720_090832.jpg)