Breaking News:

Empet-empetan di Dalam Truk, Sembilan Imigran Tewas Kepanasan

Hari itu, suhu di San Antonio mencapai 38 derajat Celsius dan bak belakang truk tersebut tidak memiliki sistem pendingin.

The Guardian/AP/Eric Gay
truk 

TRIBUNNEWS.COM, TEXAS - Sebanyak sembilan imigran tewas lantaran berhimpitan di dalam sebuah truk trailer, di saat cuaca panas, Minggu (23/7/2017).

Kepolisian San Antonio, Texas, AS, menemukan sebuah truk trailer yang bak belakangnya tertutup dan pengap, serta sempat dihuni 39 orang.

Hari itu, suhu di San Antonio mencapai 38 derajat Celsius dan bak belakang truk tersebut tidak memiliki sistem pendingin.

Penemuan truk trailer berisi puluhan manusia itu terjadi setelah seseorang dari truk itu mengunjungi sebuah minimarket dekat truk tersebut diparkir dan meminta minum.

Pegawai minimarket tersebut kemudian memberinya minum dan menelepon polisi, yang lalu membawa pada pemeriksaan terhadap truk trailer itu.

Ditemukan 39 orang berhimpitan di dalam bak belakang truk tersebut, yang 18 orang di antaranya mengalami kondisi kritis akibat dehidrasi dan udara panas.

Delapan orang di antaranya ditemukan tak bernyawa dan jika dipegang, tubuhnya terasa sangat panas.

Seorang lain dinyatakan tewas setelah sempat tiba di rumah sakit.

"Kami tengah melihat kemungkinan adanya tindak kriminal perdagangan manusia," kata Kepala Kepolisian San Antonio William McManus.

Sejumlah korban yang selamat mengatakan mereka datang dari Meksiko.

Tidak dijelaskan apakah truk ditemukan dalam keadaan terkunci, digunakan untuk menyelundupkan orang ke AS, atau ke mana truk itu akan melakukan perjalanan.

San Antonio berjarak 241 kilometer dari perbatasan AS-Meksiko.

Ini bukan pertama kalinya tragedi penyelundupan manusia menggunakan truk terjadi di Texas.

Sebelumnya, pada 2003, sebanyak 19 imigran tewas terjebak dalam sebuah bak truk tertutup dan terkunci di Victoria, Texas. (The Guardian/Telegraph)

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved