Anak 7 Tahun Meninggal karena Kelalaian Rumah Sakit Jepang Didenda 66 Juta Yen

Sebuah rumah sakit di kota Kariya perfektur Aichi membuat kematian anak usia 7 tahun

Anak 7 Tahun Meninggal karena Kelalaian Rumah Sakit Jepang Didenda 66 Juta Yen
NHK
Papan Nama kantor Pengadilan Negeri Nagoya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kasusnya enam tahun lalu, seorang anak wanita usia 6 tahun meninggal dianggap kelalaian rumah sakit, sehingga hari ini (2/8/2017) pengadilan negeri Nagoya memutus salah Rumah Sakit dan mengharuskan membayar ganti rugi 66 juta yen kepada keluarga anak tersebut.

"Dokter rumah sakit lalau dan sangat tidak hati-hati menangani anak itu, meskipun situasi semakin parah akibat pendarahan otak, tapi itu tetap kesalahan dokter dan tanggungjawab rumah sakit. Untuk itu diharuskan membayar kompensasi 66 juta yen," papar hakim Toshiyuki Sueyoshi dalam sidangnya Rabu ini (2/8/2017).

Sebuah rumah sakit di kota Kariya perfektur Aichi membuat kematian anak usia 7 tahun yang pendarahan otak karena dokter lalai merawatnya. Awalnya orangtuanya menunjut rumah sakit 75 juta yen ganti rugi.

Anak yang sakit tersebut dibawa ke Kariya Toyoda General Hospital di Kariya karena brain haemorrhage . Setelah dirawat, dua minggu kemudian malah semakin parah, pendarahan otak dan meninggal dunia.

Menghadapi keputusan pengadilan itu pihak Kariya Toyoda General Hospital mengatakan, "Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak pengacara. Tidak ada komentar dari kami."

Kasus kesalahan dokter sebenarnya juga terjadi rumah sakit Kobe International Frontier Medical Center (KIFMC) tahun 2014 dan terbukti oleh tim khusus peneliti independen bahwa kesalahan dilakukan dokter rumah sakit tersebut sehingga beberapa warga Indonesia meninggal dunia saat operasi transplantasi hati.

Akibatnya Departemen Kesehatan Jepang dan otoritas Jepang menghukum larangan operasi oleh rumah sakit tersebut selama beberapa bulan.

Tidak ada keluarga korban warga Indonesia yang mengetahui hal tersebut sehingga sampai kini pun tidak ada yang melakukan komplain kepada KIFMC tersebut, padahal rumah skait inilah yang salah melakukan operasi sehingga mengakibatkan beberapa warga Indonesia meninggal dunia di sana.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved