4 Gubernur Jepang Temui PM Jepang, HL Koran Korut Ancam Lagi Luncurkan Rudal ke Guam

Selain kerjasama dengan berbagai negara tersebut Abe juga menekankan akan melakukan tekanan sebisa mungkin ke badan dunia PBB.

4 Gubernur Jepang Temui PM Jepang, HL Koran Korut Ancam Lagi Luncurkan Rudal ke Guam
Richard Susilo
Koran Partai Pekerja Korea Utara Senin ini dengan Headline (HL) mengancam peluncuran rudal balistik ke Guam 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Empat Gubernur perfektur Jepang berkumpul di kantor PM Jepang diterima Shinzo Abe meminta pemerintah pusat meredakan ketegangan di semenanjung Korea. Sementara koran partai pekerja Korut dengan headline (HL) hari ini (14/8/2017) mengancam peluncuran rudal ke Guam.

"Terima kasih keprihatinannya, kami akan kerjasama dnegan China, Rusia dan Amerika Serikat menghadapi masalah Korut ini," papar Abe kepada para gubernur dari Shimane, Kochi, Hiroshima dan Ehime siang ini (14/8/2017).

Selain kerjasama dengan berbagai negara tersebut Abe juga menekankan akan melakukan tekanan sebisa mungkin ke badan dunia PBB.

"Selain ke PBB kita juga dengan segala kemampuan akan berjaga diri menyelamatkan semua anggota masyarakat agar tetap aman di tempatnya, antara lain dengan pengerahan interceptor PAC3 tercanggihnya serta pengerahan pasukan bela diri Jepang (SDF)," tambahnya.

Para Gubernur berharap agar rusal balistik jarak menengah Korut tidak sampai meluncur ke Guam yang digaungkan kuat Korut akan dilakukan minggu ini atau dalam waktu dekat ini.

Jepang saat ini dalam siaga satu menghadapi datang atau terlewatkannya peluru balistik antar benua Korut menuju Guam seperti yang diteriakkan Korut termasuk lewat koran partai pekerjanya hari ini (14/8/2017).

Koran tersebut dengan HL (headline) mengancam peluncuran rudal ke Guam.

Sedangkan pemimpin KJorut Kim Jong-un dalam dua minggu terakhir ini diberitakan pihak Korea Selatan tak pernah kelihatan lagi di muka media apalagi di muka masyarakat.

"Kemana gerangan Kim Jong-un selama dua minggu terakhir ini menjadi tanya tanya banyak pihak saat ini. Berbagai spekulasi terjadi saat ini mengenai Korut karena ketidakmunculan pemimpinnya tersebut dan ini memang benar-benar menegangkan kalau tak mau dikatakan berbahaya," tambah sumber Tribunnews.com lagi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved