Pencarian Kapal Selam i-53 Jepang Dengan Peluru Kendali Manusia Dilakukan di Selat Filipina

Kami masih terus mencari dan keberadaannya di dasar laut sekitar selat Filipina setelah menghancurkan kapal USS Amerika Serikat

Pencarian Kapal Selam i-53 Jepang Dengan Peluru Kendali Manusia Dilakukan di Selat Filipina
Ist
Kapan selam i-53 dengan peluru kendali manusia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pencarian kapal selam i-53 Jepang yang terkenal dengan peluru kendali manusia itu, karam di kedalaman laut saat berakhir perang dunia kedua Agustus 1945, mulai dicari oleh tim yang dipimpin dosen Universitas Tokyo Tamachi Ura di selat Filipina sejak 19 Agustus lalu.

"Kami masih terus mencari dan keberadaannya di dasar laut sekitar selat Filipina setelah menghancurkan kapal USS Amerika Serikat Indianapolis di akhir perang dunia kedua lalu," ujarnya.

Kapal selam berisi 100 penumpang dengan awak yang selalu tegang, siap untuk meninggal di medan perang, masuk ke dalam peluru kendali dan meninggal bersama peluru kendali yang meledak ke pihak lawan.

Seorang saksi hidup Sozo Izuno (93) mengungkapkan ketegangan itu, "Setiap saat kita deg-degan menunggu perintah atasan untuk masuk ke dalam peluru kendali dengan misi menghajar musuh pakai peluru kendali dengan isi di dalamnya manusia mengendalikan jalan peluru kendali tersbeut," paparnya dalam wawancara dengan NHK.

Menurut Izuno, dirinya dan lain tidak tidur di tempat tidur tapi di lorong jalan di dalam kapal selam dan selalu dilangkahi orang lalu lalang serta suara jalan manusia di atasnya.

Saat perang dunia kedua itu awak kapalnya berusia sekitar 20 tahun dan semua sudah siap meninggal bunuh diri bersama peluru kendali demi bangsa dan negara Jepang.

Kapal selam ini dioperasikan 20 Februari 1944 dan dipimpin oleh Mayor Toyoshi di dalam Armada ke-6 Skuadron ke-11 angkatan laut Jepang saat itu.

Tanggal 15 Mei 1944 di bawah skuadron ke-7 dengan pimpinan Komandan Osamu Oiwada sempat terjadi kebocoranj minyak saat menuju Kure Hiroshima. Akibatnya harus diperbaiki di Sasebo Nagasaki dan 28 Mei kembali ke Kure Hiroshima.

Setelah perang dunia berakhir i-53 dipensiunkan di kepulauan Goto ditenggelamkan dan arus kedalaman laut tampaknya membawanya sampai ke sekitar selat Filipina saat ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved