Breaking News:

Berita KBR

Imigran Tak Berdokumen di AS Jadi Pion Politik Dalam Agenda Trump

Puluhan unjuk rasa berlangsung di AS setelah Pemerintahan Trump mengumumkan pada awal September bahwa pihaknya akan membatalkan DACA

ANT
Warga berjalan dan menyerukan slogan menentang usulan Presiden Donald Trump mengakhiri program DACA yang melindungi anak-anak imigran dari deportasi dalam aksi protes di depan Hotel Internasional Trump di New York, Amerika Serikat, Rabu (30/8/2017). 

Lima tahun yang lalu, saat berusia 21 tahun, Marcella menjadi apa yang dikenal dengan DACAmented.

Perubahan status imigrasi ini memberi dia status hukum di Amerika Serikat untuk kali pertama. Ini segera membuka peluang kerja dan sekolah dan memberinya kesempatan untuk membangun kehidupan di sini.

Dan ini menjelaskan mengapa dia mengenakan mantel lab putih di lautan jins dan kaos pada demonstrasi pro-DACA ini.

“Saya bisa menyelesaikan banyak hal. Saya bisa menjadi mahasiswa kedokteran agar bisa menjadi menjadi dokter,” ungkap Marcella.

Marcella bukan satu-satunya yang bercita-cita tinggi dan belajar dengan keras.

Dalam studi terbesar penerima DACA, lembaga Center for American Progress menemukan bahwa 97 persen dari mereka yang disurvei sedang bekerja atau bersekolah.

Sejak menjadi presiden, Donald Trump yang kampanyenya mengusung kebijakan anti-imigrasi garis keras, menggambarkan DACAmented sebagai “luar biasa.”

“Situasi DACA ini merupakan hal yang sangat sulit bagi saya, karena Anda tahu saya mencintai anak-anak ini,” ujar Trump.

Tapi Donald Trump sebagai calon presiden tidak mencintai anak-anak DACA. Pada Juni 2015, dia berjanji akan membatalkan tindakan yang diperkenalkan oleh bekas Presiden Barack Obama ini. “Saya akan segera menghentikan dua amnesti eksekutif ilegal Presiden Obama.”

Trump telah mendorong Kongres, lewat twitter, untuk membuat undang-undang tentang masalah ini. Dan kemudian, beberapa pekan lalu, Trump bertemu dengan pemimpin Demokrat Nancy Pelosi dan Chuck Schumer untuk membuat kesepakatan. Kompromi potensial ini membuat marah kedua belah pihak.

Halaman
123
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved