Breaking News:

Putra Mahkota Diduga Jadi Dalang di Balik Penangkapan 11 Pangeran Saudi Korup

Penangkapan belasan pangeran Arab Saudi oleh komisi antikorupsi diduga merupakan permainan Putra Mahkota

WASHINGTON TIMES/AP PHOPO/HASAN JAMALI/FILE
Pangeran Mohammad Bin Salman 

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Penangkapan belasan pangeran Arab Saudi oleh komisi antikorupsi diduga merupakan permainan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman.

Sebanyak 11 pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri ditangkap oleh otoritas Arab Saudi dalam sebuah penyelidikan kasus oleh komisi yang dikepalai wakil perdana menteri itu.

Termasuk di antara yang ditangkap adalah Pangeran Al-Walid bin Talal, seorang pengusaha dan investor saham yang terkenal sebagai satu dari miliarder terkaya di dunia.

Disebutkan komisi antikorupsi tersebut merupakan sebuah badan pemerintahan yang belum lama ini dibentuk Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Sejumlah pengamat kemudian melihat sang pewaris kerajaan sebagai dalang utama dari penangkapan tersebut.

Baca: KPK Kembali Layangkan Panggilan kedua bagi Setya Novanto

Diduga hal itu dilakukan dalam upaya Muhammad bin Salman untuk menghimpun kekuasaan keluarganya dan mitranya sebelum ia menghuni kursi kerajaan.

"Tindak 'sapu bersih' Putra Mahkota Muhammad bin Salman itu merepresentasikan perkembangan politik yang luar biasa di Arab Saudi," jelas Kepala Strategi Komoditas Global RBC Capital Markets, Helima Croft, Minggu (5/11/2017).

Croft bahkan membandingkan keadaan politik Arab Saudi sekarang dengan serial televisi AS Game of Thrones, yang mengisahkan perebutan singgasana kekuasaan di antara beberapa dinasti kerajaan.

Pengamat juga menyorot penangkapan yang juga menimpa Menteri Garda Nasional Arab Saudi, Pangeran Mutaib bin Abdullah, sebagai upaya konsolidasi kekuasaan.

"Pendukung Muhammad bin Salman memang menganggap penangkapan itu tidak ada kaitannya dengan upaya kudeta dan menekankan bahwa itu hanyalah upaya untuk membasmi korupsi," tambah Croft.

"Tapi, menangkap Mutaib sebenarnya seakan memperlihatkan adanya agenda konsolidasi kekuasaan yang lebih besar," lanjutnya.

Raja Salman mengeluarkan dekrit terkait pembentukan komisi antikorupsi hanya beberapa jam sebelum perintah penangkapan terhadap belasan pangeran diberikan oleh komisi tersebut.

Sang raja menunjuk Muhammad bin Salman untuk mengepalai badan pemerintahan yang disebut berhak untuk menyelidiki, menangkap, dan membekukan aset terkait dugaan korupsi itu. (CNBC/Reuters)

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved