Breaking News:
BBC

Yang perlu diketahui tentang Mugabe, tokoh yang berkuasa lebih lama dari Soeharto

Militer Zimbabwe bersikeras mengatakan bahwa mereka tidak melakukan kudeta, namun posisi Robert Mugabe kini terancam tak bisa memenuhi ambisinya

Militer Zimbabwe yang kini mengendalikan Zimbabwe sudah menegaskan bahwa aksi mereka bukanlah kudeta atas kepemimpinan Presiden Robert Mugabe, yang menurut mereka berada dalam keadaan aman.

Setelah menguasai stasiun TV negara, juru bicara militer mengumumkan sasaran mereka adalah orang-orang di sekitar Mugabe yang menyebabkan 'penderitaan sosial dan ekonomi'.

Bagaimanapun campur tangan langsung militer dalam politik negara itu jelas bisa mengancam posisi Mugabe, yang sudah berkuasa sejak tahun 1980 lalu, lebih lama dari kekuasaan mendiang mantan Presiden Soeharto, yang berkuasa selama 31 tahun.

Pada usianya yang memasuki 93 tahun, salah satu masalah di Zimbabwe adalah suksesi kepemimpinan.

Berbagai upaya oposisi untuk menurunkannya melalui jalan demokratis selalu gagal -Pemilu Zimbabwe diduga selalu penuh kecurangan.

Isteri terakhir Mugabe, Grace, pernah mengatakan bahwa Mugabe akan terus memerintah hingga umur 100 tahun -mungkin memerintah dari kursi roda yang akan dirancang khusus, kata Grace Mugabe dalam sebuah pidato, November 2015.

Dan kini, dua tahun kemudian, ambisi berkuasa hinga usia seabad itu tampaknya diganjal militer, sesudah kaum oposisi gagal melakukannya selama ini.

Inilah sejumlah hal yang prlu Anda ketahui seputar kemelut politik -juga sosial dan ekonomi Zimbabwe.

Apa akar masalahnya?

Pekan lalu, Persiden Robert Mugabe memecat wakil presiden Emmerson Mnangagwa, yang sebelumnya santer disebut-sebut sebagai penerus Mugabe, yang merupakan penguasa dunia terlama sejak memerintah tahun 1980.

Pemimpin yang pernah menjabat perdana menteri tersebut menuduh mantan wakilnya itu berkomplot untuk merebut kekuasaan darinya.

Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa
EPA
Emmerson Mnangagwa sempat disebut-sebut sebagai penerus Robert Mugabe.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved